Jimmy Butler, Pemain Terbaik NBA Pekan Ini

Jimmy Butler
Jimmy Butler
Jimmy Butler

POJOKSATU- Musim ini, Jimmy Butler melesat sebagai salah satu pemain bintang top NBA. Shooting guard/small forward Chicago Bulls itu tampil luar biasa, membawa timnya menang tujuh kali beruntun. Dia ditabalkan menjadi pemain terbaik pekan ini. Siapa sangka, cerita masa kecil Butler sangatlah pedih.

Pada tahun 2002, ketika masih berusia 13 tahun, Jimmy Butler harus menelan kenyataan yang amat pahit. Ibunya mengusir Butler dari rumah. Kalimat terakhir yang didengarnya dari sang ibu adalah, “Saya tidak suka tampangmu. Kamu harus pergi!,”.

Keluarga Butler hidup di daerah pinggiran Houston, Tomball. Mereka sangat miskin dan bermasalah. Saat dia masih bayi, ayahnya minggat. Ibunya adalah perempuan yang setiap hari berkutat dengan depresi. Dia sering tidak sabar dalam membesarkannya.

Paska pengusiran itu, Butler berpindah dari rumah ke rumah. Pada usia yang masih sangat muda, dia menjadi gelandangan, tanpa uang, tanpa orang tua. Sering dia mengemis makanan untuk menyambung hidup.


Kehidupan Butler diselamatkan oleh temannya bernama Leslie Lambert. Dia menawari pemain yang sekarang berusia 25 tahun tersebut tempat tinggal. Walaupun ibu Leslie, Michelle sudah memiliki tujuh anak, namun dia menerima Butler dengan sepenuh hati.

“Mereka menerima saya masuk ke dalam keluarga mereka. Itu bukan karena basket. Dia (Michelle) adalah orang yang sangat penyayang. Mengingat itu, rasanya saya tidak bisa percaya,” ucap Butler sebagaimana dilansir Sports Illustrated.

Butler lantas terkena badai kedua. Jauh sebelum dia dipilih oleh Chicago Bulls, pada draft ronde pertama NBA 2011, kemampuan basketnya diragukan. Pelatihnya di SMA Tomball tidak menghiraukannya.

Bulter tidak mendapatkan beasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi. Tetapi dia tidak menyerah. Butler harus merangkak, bermain di Tyler Junior College, sebuah sebuah  community college yang berdurasi dua tahun.

Berada di Tyler pada 2007 sampai 2008, Butler benar-benar mampu mengembangkan permainanya. Dan kemampuannya akhirnya terendus oleh college-college besar. Pada akhirnya, Butlet memilih Marquette.

Berdasarkan saran ibu barunya, Michelle, Bulter berkuliah untuk tujuan akademis murni. Bukan basket. Namun selama 2008 sampai 2011, Butler menjelma menjadi pemain basket yang sangat berbakat. Hingga akhirnya Bulls datang dan memilihnya pada urutan ke-30 ronde pertama draft NBA 2011.

“Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa semuanya mungkin. Sepanjang hidup, saya diragukan. Ibu saya bahkan melakukannya. Di SMA, orang-orang mengatakan saya terlalu pendek dan tidak cepat untuk bermain basket,” ucap Butler. “Dan sekarang, saya bisa bermain di NBA. Semua problem itu menjadi motivasi bagi saya,” imbuhnnya.

Pada musim keempatnya di NBA saat ini, Butler mengukuhkan namanya menjadi salah satu bintang utama Bulls disamping point guard Derrick Rose dan center veteran Pau Gasol, serta center Joakim Noah.

Kemenangan atas Indiana Pacers kemarin (90-92), adalah yang ketujuh bagi Bulls secara beruntun. Bulter menjadi pemain terbaik NBA pekan ini karena mencetak 22,2 poin pergame, 6,2 rebound pergame, dan 1,6 steal pergame.

Meski memiliki mindset defensif, Bulter adalah pemain tersubur Bulls musim ini. Memang masih sangat awal, tetapi Butler disebut-sebut sebagai salah satu kandidat Most Valuable Player (MVP) 2014-2015. Selain itu, Butler juga mendapatkan kontrak maksimal mencapai USD 2 juta (Rp 24,8 miliar).

“Ketika saya mendengar soal kontrak maksimal itu, saya hanya ingin membawa keluarga saya berlibur ke Bora Bora. Saya sungguh tak terlalu peduli pada uang,” ucap pemain 201 sentimeter itu kepada ESPN.

“Saya hanya ingin bermain basket. Itulah yang saya cintai. Seumur hidup saya tidak pernah punya uang, jadi saya bisa fokus seluruhnya kepada basket. Ketika saya bosan, saya tidak menonton TV, atau bermain internet, tetapi ke lapangan basket,” imbuhnya.

Sekarang, banyak tim yang antri untuk mendapatkan tanda tangan Butler. Sebab, dia berubah dari pemain ofensif yang mengidolakan salah satu scorer terhebat yang pernah dimiliki NBA, Tracy MCGrady, menjadi pemain bertahan yang amat tangguh. Agaknya, pintu untuk memulai debut sebagai pemain All-Star semakin dekat untuk Butler. (nur)