Sukses Honda karena Grip Ban

ilustrasi

honda-rc213v-wallpaper-2012-141

POJOKSATU – Repsol Honda membeberkan rahasia kenapa tampil dominan dua musim ini lewat pembalap andalannya, Marc Marquez. Wakil Presiden HRC, Shuhei Nakamoto mengatakan, grip ban yang lebih superior jadi kunci utama buat Marquez mengalahkan rival utamanya dari Yamaha, Jorge Lorenzo serta Valentino Rossi di musim 2014.

Menurut Nakamoto, motor RC213V milik Repsol Honda punya grip lebih baik pada lap-lap terakhir yang selalu krusial dalam setiap balapan. Berkat keuntungan itupula, Marquez akhirnya bisa memenangi balapan MotoGP musim ini dengan menjuarai 13 dari 18 total seri selama semusim. Tak hanya itu, si “Babby Alien” juga menciptakan rekor baru, meraih 13 kali menang dalam semusim saat kejuaran masih menyisakan tiga balapan lagi.
Honda secara keseluruhan juga merebut 14 dari 18 seri musim 2014 setelah Dani Pedrosa naik podium pertama di Grand Prix Republik Ceko, Agustus lalu. Kepada MCN, Nakamoto kemudian memberikan evaluasinya tentang kelebihan dan kelemahan RC213V dibandingkan dengan Yamaha YZR-M1.

“Di tikungan, kecepatan Yamaha jelas lebih unggul dan pembukaan throttle juga lebih cepat. Tapi keunggulan kami adalah dalam hal stabilitas pengereman. Mesin kami juga lebih bagus untuk melahap tikungan lambat,” papar Nakamoto.
“Satu faktor utama adalah ketika grip ban mulai lemah, motor kami lebih tetap punya catatan lap yang seimbang karena motor kami tak punya speed corner. Yamaha kalah banyak di area ini karena mereka membuat ban bekerja lebih keras di tikungan,” imbuh Nakamoto.


Tak heran, dengan situasi di atas, Marquez, sambung Nakamoto, lebih sering mendahului rival-rivalnya di lap terakhir. “Marquez sebenarnya tak suka diasapi lawannya. Tapi untuk mendahului di lap awal, tak mungkin karena corner speed serta akselerasi Yamaha lebih baik dari Honda. Sepertinya Marquez menikmati saat-saat penantian untuk mendahului Yamaha ketika grip bannya sudah lemah,” pungkas Nakamoto. (dim)