Seleksi Timnas Basket Makin Ketat

POTENSIAL: Pelatih timnas basket Fictor Roring memberikan instruksi terhadap Kristian Liem (kiri) pada latihan di Hall Basket Senayan, Jakarta. (Foto: Wahyudin/Jawa Pos)
POTENSIAL: Pelatih timnas basket Fictor Roring memberikan instruksi terhadap Kristian Liem (kiri) pada latihan di Hall Basket Senayan, Jakarta. (Foto: Wahyudin/Jawa Pos)
POTENSIAL: Pelatih timnas basket Fictor Roring memberikan instruksi terhadap Kristian Liem (kiri) pada latihan di Hall Basket Senayan, Jakarta. (Foto: Wahyudin/Jawa Pos)

POJOKSATU- Skuad timnas basket proyeksi SEA Games Singapura 2015 semakin komplet. Empat pemain yang sebelumnya belum bisa mengikuti seleksi lantaran memperkuat Indonesia pada ajang ASEAN University Games (AUG) 2014 mulai bergabung. Deretan pemain muda yang baru saja menggondol medali emas di AUG itu adalah Adhi Pratama, Andakara Prastawa Dhyaksa, Muhammad Rizal Falconi, dan Kristian Liem.

Mereka telah mengikuti sesi latihan yang dipimpin head coach Fictor Gideon Roring itu. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat persaingan untuk merebut slot timnas semakin ketat.

“Pastinya akan tambah seru. Belum ada mereka aja seru, apalagi ada mereka,” ujar coach Ito, sapaan akrab Fictor Gideon Roring. Menurut dia, pemain-pemain muda yang dipanggil tersebut merupakan pemain yang punya potensi luar biasa dan diharapkan mampu menunjukkan potensi itu saat seleksi.

Di sisi lain, Adhi mengakui bahwa persaingan kali ini memang jauh lebih berat. Apalagi, dia bakal bersaing dengan senior seperti Christian Ronaldo Sitepu dan Rony Gunawan serta deretan pemain muda berbakat lain seperti M. Saroni dan Kristian Liem.


Namun, pemain Pelita Jaya Energi MP itu memiliki keinginan yang besar untuk dapat kembali memperkuat timnas di SEA Games. Sebelumnya, center dengan tinggi 197 cm itu memang membela Merah Putih di SEA Games Myanmar lalu. “Jujur, persaingan kali ini lebih berat. Tapi, saya pengin banget bisa masuk. Yang terpenting adalah berusaha maksimal saja,” ujar Adhi.

Berbeda dengan Adhi, Kris, sapaan akrab Kristian Liem, justru memandang pemanggilan tersebut sebagai salah satu pengalaman. Pemain 20 tahun itu tidak terlalu memusingkan apakah nanti terpilih atau tidak.

“Semua bergantung pelatih, sih. Karena setiap pelatih pasti memiliki kebutuhan sendiri akan pemain. Kalau nanti saya dikasih kepercayaan, ya memberikan yang terbaik. Kalau tidak, kan next time bisa dicoba lagi,” ucap Kris.

Adhi dan Kris setidaknya sudah memberikan bukti besar dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya jadi figur penting bagi tim masing-masing di perjalanan Speedy NBL Indonesia musim 2014-2015. Terutama dalam peringkat awarding yang disajikan NBL Indonesia dalam dua seri yang sudah digelar, yaitu di Jakarta dan Bandung.

Adhi secara konsisten berada di posisi teratas perburuan Honda MVP (Nost Valuable Player) Race. Setelah memimpin di Seri I Jakarta, efisiensinya juga unggul di Seri II Bandung. Sementara Kris yang memperkuat M88 Aspac Jakarta, memimpin di daftar Li Ning Rookie of the Series. (mid/c11/ady)