Indonesia Juara Umum AUG

172658_197046_karate_putri
Indonesia juara umum AUG

POJOKSATU – Sisilia Agustiani Ora datang ke Surabaya dengan hati bungah. Karateka Jatim tersebut baru saja pulang dari Jakabaring dengan prestasi yang cukup mentereng. Gadis 22 tahun itu meraih medali emas dari nomor kata perorangan putri dalam ajang ASEAN University Games (AUG) yang berakhir, Jumat (19/12).

Bersama 47 atlet lain, Sisil, sapaan Sisilia Agustiani Ora, termasuk atlet yang menjadikan Indonesia juara umum dalam ajang olahraga dua tahunan tersebut. Merah Putih meraih 48 emas, 62 perak, dan 39 perunggu dari 20 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Thailand meraih posisi runner-up dengan selisih hanya lima emas di bawah Indonesia. Malaysia tercecer di peringkat ketiga dengan selisih cukup jauh. Mereka hanya meraih 30 emas, 30 perak, dan 44 perunggu.

Prestasi Indonesia kali ini merupakan revans terhadap Malaysia yang merupakan juara dua tahun lalu. Indonesia memang sangat dominan dalam pesta olahraga antaruniversitas se-ASEAN tersebut. Total, dengan kemenangan kemarin, Indonesia menjadi juara umum 12 kali. Padahal, ajang itu baru 18 kali berlangsung.
Karate menjadi salah satu cabor yang mendulang medali cukup banyak. Dari sebelas negara yang bertanding di cabor itu, Indonesia meraih 3 emas, 11 perak, dan 5 perunggu. Sisil satu di antaranya. Dia menumbangkan Myanmar di final dengan skor telak 5-0.


“Musuh terbesar sebenarnya Vietnam dan Malaysia. Tapi, mereka kalah di semifinal,” ujar gadis yang suka olahraga ekstrem tersebut. Dia mengakui bahwa lawan yang dihadapinya hampir seimbang. Namun, berfokus pada kesempurnaan gerakan dan penghayatan serta memaksimalkan power membuatnya mampu mencuri poin lebih daripada karateka negara lain. “Kalau mau turnamen, saya tidak suka diganggu karena harus fokus pada penghayatan di setiap gerakan yang saya lakukan,” tambah mahasiswa fakultas ekonomi tersebut.

Sisil menambahkan, meskipun kejuaraan kali ini merupakan event penutup tahun, dirinya belum bisa istirahat total. Sebab, kejuaraan-kejuaraan lain masih menunggu tahun depan. “Tidak ada libur. Sebentar lagi ikut Pomnas,” ucap dia.

Selain itu, pra-PON yang diselenggarakan di Papua nanti membuat dia harus kembali memperpanjang masa kuliahnya yang saat ini menginjak semester 9. “Target berikutnya PON Jabar. Mudah-mudahan juara,” tandasnya. (yan/c11/ano)