Ferrari Bajak Mekanik Hamilton

Ferrari. FOTO: AFP
Ferrari. FOTO: AFP
Ferrari. FOTO: AFP

POJOKSATU – Perombakan besar-besaran jajaran mekanik Ferrari tak hanya berbentuk rolling dan promosi, tapi juga membajak sosok penting di tim rival. Mekanik senior Mercedes, yang menjadi salah satu kunci kesuksesan Lewis Hamilton, Jock Clear mengumumkan kepindahannya ke skuad Kuda Jingkrak. Keputusan itu sekaligus pukulan telak bagi kubu Silver Arrows.

Hamilton mungkin masih merayakan keberhasilannya menyabet penghargaan sebagai Sports Personality of the Year pekan ini. Tapi persiapannya menghadapi musim depan harus menemui tantangan besar. Clear mengumumkan mundur dari Mercedes dan bergabung dengan Ferrari.

“Clear mengajukan pengunduran diri sesaat setelah berakhirnya seri terakhir Abu Dhabi. Tapi dia masih terlibat dalam mereorganisasi staff mekanik Mercedes yang ditinggalnya hingga akhir tahun ini,” tulis pengumuman resmi Mercedes seperti dilansir BBC.

Clear sudah bergabung dengan Skuad Brackley sejak 1999 saat tim masih bernama British American Racing. Saat itu dia menjadi partner Jacquez Villeneuve. Tim kemudian bermetamorfosis menjadi Bar, Honda, Brawn, dan sekarang Mercedes.


Membaca rekam jejaknya, jelas bahwa Clear adalah mekanik kelas atas yang punya reputasi mumpuni. Dia pernah menangani Michael Schumacher, pada musim 2011-2012, lalu Nico Rosberg (2010-2012), Ruben Barrichello (2006-2009), dan Takuma Sato (2003-2005).

Clear akan memimpin para mekanik Ferrari di pinggir sikuit, posisi yang dilakoninya bersama Mercedes cukup lama. Dia menggantikan direktur teknis sebelumnya Pat Fry yang dipecat karena dianggap bertanggung jawab atas buruknya performa Ferrari musim 2014. Prestasi terburuk dalam 20 tahun terakhir.

Dengan posisi barunya, mekanik 51 tahun tersebut akan mengurus seluruh kebutuhan data dan metric dari mobil balap kepada duo pembalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Keampuhan peran Clear begitu menonjol di musim 2014 dengan catatan performa Mercedes yang konsisten dari seri-ke-seri.

Kehilangan pria lulusan Portsmouth Grammar School tersebut memaksa Mercedes mencari penggantinya dalam waktu singkat. Mengingat persiapan uji coba pra musim yang akan dimulai awal tahun depan segera dimulai. (cak)