Daud Yordan Tak Boleh Overconfidence

berita terbaru tinju, daud yordan
Daud Yordan
 Daud Yordan
Daud Yordan

POJOKSATU – Damianus Yordan menjadi sosok penting dan paling bertanggung jawab di balik suksesnya petinju Daud Yordan. Hingga tahun lalu, dia masih berstatus pelatih Daud. Namun, untuk pertandingan dengan Ronald Pontillas dalam perebutan sabuk juara kelas ringan versi WBO Asia Pasifik, Dami, sapaan Damianus, hanya menjadi pendamping bagi petinju yang juga adiknya itu.

Dami tidak lagi menunggui latihan Daud setiap hari. Pria 42 tahun tersebut lebih berperan memberikan materi dan menyusun program latihan yang harus dijalani Daud. Langkah itu sekaligus menjadikan Daud lebih bertanggung jawab atas dirinya.

”Udah enggak lagi harus petenteng-petenteng sambil menyuruh Daud ini itu. Tinggal saya kasih dia materi latihan ini itu, dia jalani. Kalau udah jalan, ya saya tinggal,” ungkap Dami kemarin (19/12) setelah konferensi pers.

Tumbuh dalam keluarga petinju, tiga bersaudara Yordan -Dami, Daud, dan Yohannes- sering curhat setelah latihan. Menurut Dami, enaknya disebabkan ketiganya bertinju, koreksi bisa dilakukan di ruang makan.


Nah, lanjut Dami, masalah terbesar yang harus dihadapi Daud saat ini adalah overconfidence. Contohnya, ketika Daud kalah TKO (technical knockout) pada ronde ke-12 saat berhadapan dengan Simpiwe Vetyeka April tahun lalu di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

”Memang sekarang saya ingatkan kalau ketemu Pontillas (Ronald Pontillas, Red), jangan sampai terlampau percaya diri. Sebab, sikap seperti itu bisa menjatuhkan dia sendiri,” ucap bapak dua anak tersebut.

Menanggapi pertarungan kali ini, Dami kaget dengan overweight yang dialami Pontillas. Sepanjang pengalaman mendampingi Daud, baru kali ini di level kejuaraan perebutan gelar ada petinju yang kelebihan bobot badan.

Di sisi lain, Daud juga menikmati peran baru sang kakak sebagai pendamping. Dami kini memberikan kepercayaan besar kepadanya. ”Makin enaklah sekarang latihannya. Dia bilang ke saya, kamu programnya ini itu. Saya jalani. Saya bukan melihat dia sebagai kakak. Saya memandangnya sebagai pelatih,” tutur bapak satu anak tersebut. (dra/c23/ady)