Kalah Tiga Kali, Tommy jadi Juru Kunci

malaysia master 2016, tommy sugiarto, lee chong wei
Tommy Sugiarto.
Tommy Sugiarto. Foto: PBSI
Tommy Sugiarto. Foto: PBSI

POJOKSATU – Tommy Sugiarto harus mengakui keunggulan pemain muda Jepang, Kento Momota dalam laga terakhir di Grup B BWF Superseries Finals 2014. Dalam pertandingan yang digelar di Hamdan Sports Complex, Dubai, Jumat (19/12) sore tersebut, Tommy menyerah 21-23, 21-7, 15-21.

Dengan kekalahan dari lawan yang merupakan juara dunia junior 2012 itu, Tommy berarti tak pernah menang alias tiga kali kalah. Di laga perdana, Tommy dikalahkan juara BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 asal Denmark, Jan O Jorgensen, dengan skor 15-21, 9-21.

Pemain muda India yang prestasinya tengah menanjak, Srikanth K, menjadi penakluk Tommy di laga penyisihan kedua. Srikanth menundukkan Tommy dengan dua game langsung, 21-18, 21-13.

Srikanth sempat mengejutkan para penggemar bulutangkis dunia dengan mengalahkan Lin Dan, yang merupakan peraih dua medali emas Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, di ajang China Open Superseries Premier 2014 lalu.


“Walaupun belum menang, tetapi saya sudah berusaha lebih baik, saya tidak menyerah begitu saja. Saya tidak mau putus asa dengan hasil di turnamen ini. Ke depannya masih banyak turnamen lainnya,” kata Tommy, seperti dikutip dari situs resmi PBSI, Jumat (19/12).

Tommy pun menjadi peringkat terakhir di grup. Hasil ini melengkapi derita Merah Putih di Dubai, yang gagal mengirimkan wakilnya ke semifinal. Di nomor ganda campuran, meski pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memenangkan pertandingan penyisihan ketiga melawan Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand), 21-16, 21-19 tetap belum merubah nasib. Laga ini tak lagi menentukan karena Tontowi/Liliyana telah menelan dua kekalahan.

Sebelumnya, dua wakil Merah-Putih telah mengundurkan diri di babak penyisihan pertama yaitu ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. (adk/jpnn)