Tontowi/Liliyana Tumbang, Wakil Indonesia Memalukan di Laga Perdana

Ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditundukkan Liu Cheng/Bao Yixin (Tiongkok) di laga perdana BWF Superseries Finals 2014. Foto: PBSI
Ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditundukkan Liu Cheng/Bao Yixin (Tiongkok) di laga perdana BWF Superseries Finals 2014. Foto: PBSI
Ganda campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditundukkan Liu Cheng/Bao Yixin (Tiongkok) di laga perdana BWF Superseries Finals 2014. Foto: PBSI

POJOKSATU – Wakil-wakil Indonesia di BWF Superseries Finals 2014 yang digelar di Dubai, mengecewakan di laga perdana masing-masing grup. Dua delegasi Merah Putih harus mundur karena tidak siap, sementara dua lainnya kalah.

Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mundur karena sakit pinggang yang diderita Ahsan, saat pertandingan baru berjalan di set pertama. Ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga mundur, gara-gara Nitya keram bahkan sampai digotong keluar.

Sebelumnya, di tunggal putra, Tommy Sugiarto menyerah dari tunggal putra andalan Denmark, Jan O Jorgensen, 15-21, 9-21. Terakhir, Indonesia juga masih mendapat kabar duka, usai Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum dapat memberikan hasil yang memuaskan di laga perdana.

Pasangan rangking empat dunia ini ditundukkan oleh Liu Cheng/Bao Yixin (Tiongkok), 10-21, 21-12, 15-21.


“Tidak bisa dipungkiri bahwa pergerakan kami memang lambat. Liu/Bao pemain yang kuat, seperti khasnya pemain Tiongkok. Kami belum pernah kalah di pertemuan sebelumnya dari mereka, tadi mereka juga dibilang bagus sekali juga tidak, tetapi kami yang banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di game pertama. Kami banyak membuang poin dan ini menguntungkan lawan, fokus kami kurang,” ujar Liliyana, seperti dilansir dari situs resmi PBSI, Kamis (18/12).

Pada pertandingan penyisihan grup selanjutnya, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark). Pertandingan ini akan berlangsung siang ini. Untuk bisa lolos ke babak semifinal, Tontowi/Liliyana harus menjadi juara atau minimal runner up grup, karena hanya dua pasangan terbaik yang berhak atas tiket babak empat besar.

“Peluang tetap ada, masih ada dua pertandingan lagi. Mau tidak mau, kami harus menang di pertandingan selanjutnya untuk bisa lolos ke semifinal,” tandas Butet, panggilan lain dari Liliyana. (adk/jpnn)