Sengatan Underdog Kian Kuat

IMPROVE: Fanny dari Pacific Caesar Surabaya dibayangi pemain Stadium Jakarta pada laga Speedy NBL Indonesia di C-Tra Arena, Bandung. (Foto: Dite Surendra / Jpnn)
IMPROVE: Fanny dari Pacific Caesar Surabaya dibayangi pemain Stadium Jakarta pada laga Speedy NBL Indonesia di C-Tra Arena, Bandung. (Foto: Dite Surendra / Jpnn)
IMPROVE: Fanny dari Pacific Caesar Surabaya dibayangi pemain Stadium Jakarta pada laga Speedy NBL Indonesia di C-Tra Arena, Bandung. (Foto: Dite Surendra / Jpnn)

POJOKSATU- SPEEDY NBL Indonesia 2014-2015 seri II Bandung telah rampung. Seakan tidak mau kalah dengan seri pembuka di Jakarta, Kota Kembang menyajikan persaingan yang tidak kalah seru. Pencinta basket Bandung tidak hanya disuguhi laga-laga big match yang superketat, namun juga terhibur dengan kejutan-kejutan yang dilakukan tim-tim dengan status underdog.

Ya, seri II Bandung seolah menjadi panggung utama bagi tim-tim seperti Pacific Caesar Surabaya, JNE BSC Bandung Utama, dan Bimasakti Nikko Steel Malang untuk unjuk gigi. Tim-tim di atas mampu membalikkan prediksi dengan menyengat tim yang di atas kertas memiliki kualitas pemain yang lebih baik.

Pacific menjadi salah satu tim yang mengalami peningkatan signifikan. Di tangan pelatih Arturo Lozada Cristobal, permainan tim asal Kota Pahlawan tersebut semakin menggigit. Dian Heryadi dkk telah membuktikannya saat menumbangkan Stadium Jakarta dengan skor 63-58 (11/12).

Itu adalah kemenangan perdana Pacific dalam kurun waktu tiga tahun! Sebab, dalam 10 pertemuan terakhir dengan Stadium, Pacific selalu keok. Pacific pun berhasil mencuri satu di antara tiga game melawan tim berat di seri II, yakni Stadium (11/12), M88 Aspac (12/12), dan CLS Knights Surabaya (14/12). Dari enam laga, Pacific dua kali menang, empat kali kalah, dan nangkring di posisi kedelapan dengan koleksi delapan poin.


Dian Heryadi, kapten Pacific, mengatakan bahwa timnya bisa mengalami improve sedemikian rupa karena para pemain kompak dan mau mengikuti sistem yang diberikan Coach Bai -sapaan Cristobal.

Saat ini hal yang menjadi fokus para awak Pacific adalah bagaimana peningkatan itu konsisten terjaga sepanjang seri reguler yang masih menyisakan delapan seri.

”Kami punya target musim ini. Untuk mencapainya, tidak cukup hanya bermain baik di satu atau dua seri. Kami berharap peningkatan permainan kami ini bisa terus berlanjut dan konsisten di setiap seri,” tuturnya.

Modal yang baik, mengingat Pacific akan menjalani salah satu seri terpenting di seri III Malang 14-18 Januari mendatang. Di Malang, Pacific akan bertemu pesaing utama tiket playoff, yakni Bandung Utama (14/1) dan Satya Wacana (17/1).

Di sisi lain, Bandung Utama tidak kalah menyengat. Tim asuhan Octaviarro Romely Tamtelahitu tersebut berhasil tampil apik dengan merebut kemenangan atas tim kuda hitam lainnya, Hangtuah Sumsel IM, dengan skor 79-77 (12/12). Sehari sebelumnya, Andre Tiara dkk bahkan mampu merepotkan juara bertahan M88 Aspac Jakarta, meski akhirnya kalah dengan margin delapan poin saja, 56-64 (10/12). Tidak cukup dua tim tersebut. Jangan lupa kejutan yang dibuat Bimasakti Nikko Steel Malang saat berhasil membekuk Stadium Jakarta dengan skor 63-60 (13/12).

Kejutan demi kejutan tersebut seolah menjadi sinyal bahwa tim-tim yang pada musim sebelumnya tidak diunggulkan siap merusak tatanan playoff. Sebaliknya, bagi tim-tim kuda hitam, hasil itu merupakan bukti bahwa perburuan tiket championship series semakin sengit karena semua tim berbenah dan memiliki kesempatan yang sama.

”Target saya sebenarnya peringkat kelima. Untuk itu, maksimal kami hanya boleh 12 kali kalah. Sekarang kami udah kalah empat kali,” ujar Tondi Raja Syailendra, pelatih Hangtuah. ”Di Malang, kami harus habis-habisan, kalau perlu berdarah-darah di lapangan. Sebab, persaingan lebih berat,” tegasnya. (mid/irr/c17/ady)