Dituding Rasis, Balotelli Bisa Dihukum Lima Laga

Mario Balotelli.

LIVERPOOL – Mario Balotelli kembali berulah. Kali ini tidak ada yang berkaitan dengan pertandingan. Penyerang Liverpool itu membuat karya kontroversial di dunia maya. Alhasil, Balotelli menghadapi sanksi larangan bertanding lima kali dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA).

Gara-garanya, Balotelli mem-posting gambar di akun Instagram berjudul Jangan Bertindak Rasis. Di bawah gambar itu terdapat kalimat; ’’Jadilah seperti Mario. Dia adalah Tukang Pipa yang dibuat oleh orang Jepang, yang berbicara seperti orang Inggris, dan terlihat seperti orang Meksiko’’.

Kalimat itu mengiringi gambar tokoh kartun video game populer Super Mario Bros. Sekilas tidak ada masalah karya Balotelli itu.

Nah, yang menjadi masalah adalah kalimat lanjutan pada gambar tersebut yang berbunyi, ’’Melompat seperti orang kulit hitam dan mengambil koin seperti orang Yahudi’’.


Balotelli dianggap rasis dan antisemit dengan menyertakan kalimat tersebut. Karena tanggapan semakin luas, striker Italia berdarah Ghana itu buru-buru menghapus posting-nya.

Lewat Twitter, pemain yang dibeli Liverpool dari AC Milan tersebut membela diri. ’’Ibu saya juga orang Yahudi. Jadi, tutup mulut kalian semua!’’ cuit Balotelli yang kemudian di retweet ribuan orang.

Karena terancam sanksi berat, Balotelli buru-buru meminta maaf. Hukuman kepada penyerang 24 tahun itu akan jatuh dalam tempo 24 jam ke depan.

’’Saya meminta maaf jika dinilai menyerang orang-orang tertentu. Padahal, posting tersebut adalah sikap antirasis dengan humor. Saya sekarang paham bahwa humor saya bisa keluar konteks dan berdampak sebaliknya,’’ tulis Balotelli di Twitter.

’’Saya menggunakan kartun karena itu adalah Super Mario. Saya kira itu lucu dan tidak offensive. Sekali lagi, saya meminta maaf,’’ imbuh mantan pemain Inter Milan dan Manchester City tersebut.

Isu antisemit memang menjadi persoalan serius di Premier League. Tahun lalu pemain Prancis Nicolas Anelka terkena denda 800 ribu pound (sekitar Rp 15,3 miliar) saat melakukan selebrasi dengan gestur anti-Yahudi. Saat itu Anelka membela West Bromwich Albion pada laga melawan West Ham United.

Selain soal rasisme, Balotelli juga bisa dituntut hukum oleh Nintendo yang memiliki copyright tokoh Super Mario. (rid/nur/c4/ca)