Anting Emas di Perut Ikan Hebohkan Pangkalan Bun

ikan-tongkol
Ikan tongkol

POJOKSATU – Sejak pesawat AirAsia jatuh di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, warga tidak mau lagi mengkonsumsi ikan laut. Mereka khawatir ikan di perairan Kalimantan menjadi penyebab tidak utuhnya jenazah AirAsia. Karena itu, mereka lebih memilih mengkonsumsi daging ayam atau ikan air tawar.

Keengganan warga memakan ikan laut rupanya berawal dari isu seorang warga yang mengaku menemukan anting emas di dalam perut ikan. Isu itu menyebar dari mulut ke mulut hingga membuat warga tak mau lagi mengonsumsi laut.

“Sewaktu aku ke pasar, banyak yang ngomong katanya ada warga nemuin anting emas di perut ikan. Tadinya aku mau beli ikan, tapi dengar cerita itu aku jadi takut,” ujar Fiazah (33), warga Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Faizah mengaku belum tahu persis kebenaran informasi itu. Sebab, informasi itu hanya menyebar dari mulut ke mulut. “Aku sih kurang percaya, tapi khawatirnya benar. Apalagi masih banyak korban pesawat AirAsia yang belum ditemuin. Jadi pikirannya sekarang aneh-aneh juga,” ujar ibu dua anak ini.


Sebelumnya diberitakan, warga Kabupaten Pangkalan Bun enggan mengkonsumsi ikan laut. Warga lebih memilih membeli dan mengkonsumsi ikan air tawar ataupun daging sekalipun harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga ikan laut.

“Pedagang belum berani menjual banyak ikan laut, khawatir tidak laku,” ujar Mardiyah, salah satu pedagang ikan di Pasar Indasari Pangkalan Bun.

Ibu satu anak itu mengaku baru kali ini warga Pangkalan Bun enggan mengkonsumsi ikan laut. Namun dia tidak menyalahkan siapapun dan menganggap jatuhnya pesawat AirAsia di sekitar laut Pangkalan Bun sebagai bencana yang bukan disengaja.

“Informasinya korban AirAsia ratusan ya, kasihan juga ya. Saya optimistis warga Pangkalan Bun pasti akan kembali mengkonsumsi ikan laut, tapi ya perlu waktu. Rezeki itu kan sudah ada yang atur,” demikian Mardiyah.

Abi, salah satu warga Pangkalan Bun, membenarkan jatuhnya pesawat AirAsia membuat dia enggan mengkonsumsi ikan laut dan lebih memilih ikan air tawar atau daging maupun telur.

“Ya gimana ya, sementara ini tidak makan ikan laut saja. Jatuhnya pesawat AirAsia kan di laut. Berita di media kan banyak jenazah yang ditemukan tidak dalam keadaan utuh. Mengganggu pikiran saja kalau mengkonsumsi ikan laut,” katanya.

Dewi, warga Kabupaten Lamandau yang kebetulan datang ke Pangkalan Bun, juga mengaku enggan memakan ikan laut, sekalipun makanan kesenangannya udang atau kerang. “Sementara ini makan ikan nila atau ikan mas saja. Ikan laut yang ada di Pangkalan Bun kan berasal dari laut daerah ini,” katanya saat makan di rumah makan yang ada di Pasar Indasari. (pri/one)