Syuting Rahasia Gegerkan Puluhan Turis Bugil

Nudist mengejar pelaku syuting rahasia di Pantai Maslin, Australia
Nudist mengejar pelaku syuting rahasia di Pantai Maslin.

POJOKSATU – Pantai Maslin Australia dihebohkan dengan aktivitas seorang pengunjung yang merekam para turis telanjang di wilayah itu, Sabtu (3/1/2015). Pantai Maslin memang termasuk pantai ‘bugil’ sejak 1975. Di pantai ini, para turis bisa telanjang bulat bersama pasangannya.

Aktivitas perekaman tersembunyi di pantai itu diketahui pengunjung lainnya. Mereka kemudian memburu dan menembaki si perekam yang mengambil gambar secara sembunyo-sembunyi. Aktivitas tersebut dianggap merusak citra Pantai Maslin yang selama ini dikenal aman dan tenang.

Seorang pengunjung pantai bernama George mengatakan, pria yang merekam aktivitas turis di pantai menggunakan kamera tersembunyi di kotak sky yang diarahkan ke sekelompok tursi bugil.

Para turis bugil curiga dengan aktivitas pria itu. Karenanya, mereka mendekat si perekam yang juga sedang bugil. Namun, ketika didekati, pria itu malah menjauh. Akhirnya, sekelompok nudist (orang bugil, red) mengejar dan menembakinya karena mencoba melarikan diri.


“Beberapa teman saya melihat orang ini mengatur ulang sky dan dia melihat ada lubang di papan sky. Seorang wanita berjalan melewati pria itu dan melihat kamera video di dalam papan sky,” kata George.

George menambahkan, papan sky itu memiliki empat lubang dengan posisi berbeda. Di setiap lubang ada handicam kecil untuk merekam suasana di pantai Maslin. Papan itu diarahkan ke sekolompok orang bugil yang jumlahnya sekitar delapan orang.

“Kami protes dan menghubungi polisi untuk menangkapnya. Kami tidak terima ada aktivitas syuting tersembunyi di pantai. Itu merusak masa depan kami. Namun, pelaku membantah sedang melakukan syutingt tersembunyi,” imbuh George.

Dia menambahkan, insiden itu mengguncang Pantai Maslin yang katanya aman dan selalu menjaga privasi masing-masing pengunjung. “Beberapa orang sangat gelisah. Salah satu pasangan berkemas dan langsung meninggalkan pantai karena merasa tidak aman,” katanya.

Pelaku diketahui berusia 50-an dengan rambut yang mulai memutih dan tato. Seorang juru bicara polisi mengatakan, pelaku sudah ditangkap dan diintrogasi, tetapi dilepaskan kembali karena tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa dia sedang merekam aktivitas pengunjung pantai. (one)