Kondom dan Celana Dalam Cewek Berserakan di Kebun Teh

Perkebunan teh Puncak, Bogor
Perkebunan teh Puncak, Bogor

POJOKSATU – Pesta tahun baru 2015 telah selesai. Namun, cerita di balik perayaan malam tahun baru masih menjadi buah bibir. Salah satunya perayaan malam tahun baru di kawasan wisata Perkebunan Teh, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Ribuan wisatawan yang mengunjungi kawasan ini pada malam tahun baru tak hanya meninggalkan tumpukan sampah, tapi juga kondom dan celana dalam tercecer di areal perkebunan teh.

”Sudah rahasia umum, kawasan Puncak sering dijadikan tempat maksiat. Apalagi pada malam perayaan pergantian tahun baru. Sudah terbiasa kami melihat sejumlah pasangan yang sedangan bermadu kasih berciuman bebas,” ujar Dedi, tokoh pemuda Kecamatan Cisarua.

Karena itu, kata dia, iak heran jika banyak ditemukan kondom atau celana dalam berserakan di perkebunan teh. “Kami dan tokoh masyarakat akan urun rembug mengatasi masalah ini. Kita tidak mau kawasan Puncak kelak dikenal sebagai tempat mesum,” tambahnya.


Banyaknya penemuan kondom bekas pakai dan celana dalam perempuan diakui sejumlah pemulung. “Ada belasan kondom bekas. Mereka berbuat mesum di alam bebas, lalu kondom dan celana dalam dibuang seenaknya,” ucapa Tatang, seorang pemulung.

Dia mengakui banyaknya tumpukan sampah di kawasan itu menjadi berkah baginya dan puluan pemulang lain. Mereka memunguti kotoran sampah yang bisa dijual kembali. “Lumayanlah, lebih 20 kg bekas botol dan gelas minuman serta makanan yang kami pungut untuk dijual lagi,” tambahnya.

Hingga Kamis siang sejumlah titik di kawasan pegununganan ini nyaris dipenuhi sampah seperti di kawasan Rindu Alam, Masjid Atta’Awun dan areal paralayang atau Gantole, Gunung Mas hingga perempatan Gadog.

Sebanyak 60 petugas kebersihan (pesapon) dibantu sembailan armada sampah bekerja keras membersihkan sampah di sepanjang Jalur Puncak mulai Gadog hingga kawasan Rindu Alam.

“Tidaklah mudah membersihkan sampah di kawasan Puncak, selain kabut dan hujan juga terkendala kemacetan,” ucap Kepala UPT Kebersihan Wilayah II Ciawi Yudi Prayudi, seperti dilansir Poskota.

Menurutnya, pasca perayaan tahun baru di kawasan Puncak, sampah naik dari biasanya 50 meter kubik, kini mencapai 90 meter kubik. “Sampah itu 95 persen berasal dari pengunjung. Tumpukan sampah ini sudah menjadi tradisi setiap usai malam pergantian tahun baru, kawasan Puncak dipastikan dibanjiri sampah,” pungkasnya. (pkt/one)