Benarkah Bayi Kembar Itu Beda Ayah?

ilustrasi
Bayi kembar
Bayi kembar

POJOKSATU – Bayi kembar selalu mempunyai kesamaan, baik dari segi fisik maupun tingkah laku. Bahkan, terkadang sering sulit dibedakan secara fisik, karena memiliki kemiripan satu sama lainnya. Namun, sepasang bayi kembar ternyata bisa menjadi saudara tiri meskipun berada dalam masa kandungan yang sama.

Bayi kembar bisa saja memiliki ayah yang berbeda karena sang ibu mengandung dua bayi dalam waktu bersamaan dari hasil hubungan dengan dua pria berbeda. Kedengarannya memang mustahil, tapi kasus semacam ini terjadi di sejumlah negara. Kasus teranyar adalah bayi kembar yang lahir di China.

Seorang wanita di Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, China, melahirkan bayi kembar dengan ayah berbeda. Sang suami Zhou Gang pun curiga terhadap bayi kembarnya. Pasalnya, fisik bayinya sangat tidak identik.

Bayi kembar yang lahir pertama memiliki kelopak mata ganda dan tidak seperti ras mongoloid, kulitnya pun berbeda. Sedangkan bayi kembar yang kedua memiliki wajah seperti Zhou.


Penasaran, Zhou kemudian melakukan uji deoxyribo nucleic acid atau biasa disebut uji DNA. Dari uji ini, 99 persen dinyatakan bahwa bayi kembarnya memiliki ayah berbeda. Artinya, istri Zhou atau ibu dari bayi kembar itu melakukan hubungan intim dengan dua pria berbeda.

Tentu saja hasil uji DNA ini membuat Zhou syok. “Dari sekian banyak pria di dunia, mengapa ini terjadi pada saya,” ujarnya.

Zhou akhirnya meminta pertanggung jawaban kepada istri simpanannya itu. Sang istri pun tak bisa mengelak dari hasil tes DNA. Istri simpanannya mengakui bahwa pernah berselingkuh hingga berhubungan intim dengan pria lain sebelum hamil.

Dr Lee dari Chengshan Apple Daily mengatakan, kasus semacam itu mungkin terjadi ketika wanita yang tengah berada pada masa ovulasi menghasilkan beberapa sel telur matang. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, wanita itu kemudian berhubungan intim dengan sejumlah pria berbeda. Sebab, sel telur yang sudah matang bisa bertahan di saluran falopi selama 48 jam.

Dunia medis menyebut kasus semacam itu sebagai heteropaternal superfecundation. Meski mungkin terjadi, tapi sangat jarang.

Sebenarnya hal semacam ini cukup umum terjadi pada hewan tapi tidak diketahui seberapa wajar bisa terjadi pada manusia. Hanya 1 dari 12 pasangan kembar di seluruh dunia memiliki ayah yang berbeda. Sumber lain bahkan mengatakan 1 dari 13.000, jadi ada perbedaan besar untuk rasio kemungkinannya.

Seorang wanita harus mengeluarkan dua sel telur di satu siklus untuk memiliki peluang mendapatkan anak kembar. Ini bisa terjadi pada wanita manapun meski sebagian wanita memiliki peluang lebih besar dari wanita lain. Sekitar 1 dari 80 kelahiran adalah kelahiran kembar. Setelah dua sel telur dilepaskan, keduanya perlu dibuahi dan ditanam di uterus. Jika semua berjalan lancar, setelah 7 hingga 9 bulan, bayi kembar akan lahir.

Tentu saja dua orang pria yang berbeda harus dilibatkan untuk setiap janin kembar dengan ayah yang berbeda. Kedua ayah berkontribusi dalam jangka waktu lima hari di waktu yang tepat di siklus subur si ibu. Hal ini menjadi mungkin terjadi karena sperma bisa bertahan selama 5 hari di tubuh wanita.

Dalam sebuah diskusi kesehatan di Amerika dipaparkan kasus seorang wanita kulit putih yang melakukan hubungan intim dengan pria kulit putih dan kulit hitam dalam waktu hampir bersamaan. Hubungan ekstramarital itu menghasilkan bayi kembar yang tidak identik. Satu bayi berkulit putih, sementara kembarannya memiliki jenis kulit percampuran ras kulit putih dan hitam. (vemale/one)