TERPOPULER HARI INI: AirAsia Saksikan Telepon ‘Hantu’ Korban

POJOKSATU – Telepon misterius dari ponsel penumpang AirAsia QZ 8501 membuat keluarga dan aparat kepolisian bingung. Pasalnya, telepon tersebut diterima keluarga pada hari ke-13 pencarian AirAsia yang jatuh di selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Telepon misterius itu tidak mengada-ada. Pasalnya, banyak yang menyaksikan ketika ponsel milik korban AirAsia itu menghubungi keluarga. Bahkan, pihak AirAsia juga ikut menyaksikannya.

Polda Jatim pun bergerak cepat untuk melacak telepon misterius itu. Bahkan, Polda membentuk tim yang bertuga untuk melacak telepon tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Densus 88 Mabes Polri pun dilibatkan.

Selain Densus 88, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta provider seluler juga dilibatkan. “Ada salah satu keluarga yang dihubungi handphone penumpang AirAsia QZ 8501,” ujar Ketua Tim DVI yang juga Kabid Dokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono saat menggelar jumpa pers di Posko Crisis Center Polda Jatim, Sabtu (10/1/2015).


Budiyono yang didampingi Menteri Perhubungan Ignasius Jonan serta Kepala Basarnas Surabaya Hernanto dan perwakilan AirAsia mengatakan, penyelidikan untuk melacak ponsel tersebut melibatan Densus 88 AntiTeror serta provider seluler.

Menurut Budiyono, saat nomor korban menghubungi keluarga itu disaksikan beberapa orang, termasuk dari pihak AirAsia yang memang sebelumnya sudah diajak koordinasi. “Saat akan diterima mati, dicoba ditelepon lagi tidak bisa,” tambahnya.

Budiyono melanjutkan, Tim DVI yang mendapat laporan dari keluarga dan AirAsia langsung bekerjasama dengan Mabes Polri melakukan penyelidikan. Namun, hasilnya nihil. “Setelah kami lakukan klarifikasi dan penyeldikan, nomor tersebut tidak terecord. Cuma ada saksi mata, tapi kami tetap selidiki,” terang Budiyono yang duduk di samping Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

Hasil pemeriksaan kata Budiyono juga dilakukan pada saat tanggal keberangkatan AirAsia QZ8501 pagi hari. “Kami cek telepon itu memang sudah tidak aktif sejak keberangkatan pada Minggu (28/12/2014). Tidak ada bukti-bukti komunikasi tanggal itu,” katanya. (one)