Parkir Meter Diberlakukan, Kepala Geng Parkir Digaji Rp4,5 Juta

Tukang Parkir

parkir-Meter3Setelah sempat tertunda, pembayaran parkir menggunakan e-money Kamis (29/1). Peluncuran Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang dilakukan di Jalan Agus Salim (Sabang), Jakarta Pusat, dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Penerapan sistem e-money tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi, meningkatkan keamanan, serta meningkatkan pendapatan Pemprov Jakarta dari sektor parkir.

”Dengan sistem ini, kita dapat Rp 10 juta per hari di satu titik. Sekarang yang jadi kepala geng dan operator kita kasih gaji 2 kali UMP (Rp,4,5 juta),” kata Ahok.

Pembayaran parkir meter atau TPE itu menggunakan uang elektronik (e-money) dalam bentuk kartu berisi nominal debit. TPE didukung oleh enam bank, yakni BNI, Bank Mandiri, BRI, Bank Mega, BCA, dan Bank DKI. Pengendara hanya cukup menempelkan kartu pada reader di TPE untuk masuk area parkir.


Untuk keamanan, TPE menggunakan kamera CCTV di setiap sudut yang diawasi langsung oleh juru parkir. ”Februari mendatang semua akan terpasang CCTV supaya aman dan tahu pelat nomor kendaraan. Sekalian kita bisa cek udah bayar pajak atau belum,” terang Ahok saat peresmian TPE.

Rencananya, sebanyak 138 mesin parkir meter akan dipasang di seluruh wilayah Jakarta. Saat ini, TPE sudah ada di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebanyak 90 titik dan Jalan Falatehan, Jakarta Selatan, sebanyak 13 titik. TPE juga akan dipasang di Jalan Pintu Kecil, Jakarta Barat, dan Jalan Balai Pustaka, Jakarta Timur. (Dedi Yondra/fal)