Minyak Dunia Anjlok Sejak September, Kok Harga BBM Baru Turun Januari?

Harga BBM turun
Petugas SPBU sedang melayani pembeli BBM

POJOKSATU.id, JAKARTA – Harga minyak dunia anjlok sejak September 2015. Saat ini, harga minyak dunia hanya berkisar 35 dolar AS per barel. Ini adalah angka terendah sejak 11 tahun terakhir.

Kendati harga minyak dunia anjlok sejak September, pemerintah Indonesia baru bisa menurunkan harga bahan bakar minya (BBM) jenis premium dan solar pada Januari 2015. Padahal, beberapa negara, termasuk Amerika, sudah menurunkkan harga jual eceran BBM-nya sejak September.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, harga BBM yang pas sudah dikalkulasi.

“Saya kira sebelum akhir tahun kita sudah mesti putuskan harga BBM. Januari mesti ada harga baru,” ucap Sudirman Said di kantor Dirjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Selasa (22/12).


Sudirman tidak mau blak-blakan soal besaran penurunan yang akan dilakukan. Dia beralasan saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan harga yang pas.

“Turunnya berapa, masih dikalkulasi. Ya, Januari nanti,” ucapnya.

BACA: Harga Premium dan Solar Turun Januari, Ini Rinciannya

Menurut Sudirman, saat ini ada pilihan yang akan diambil pemerintah dalam penurunan itu. Pertama, menyesuaikan harga keekonomian BBM dengan harga minyak dunia.

Kedua, menjadikan selisih harga BBM saat harga minyak dunia anjlok untuk cadangan saat harga minyak dunia naik kembali.

“Pilihannya dipepetkan ke harga keekonomian (BBM turun) atau kita mulai menjalankan amanah Undang-undang Energi yaitu kita mulai memupuk dana ketahanan energi yang dulu sering dibicarakan,” tambah Sudirman.

“Ada dana dari penggerusan energi fosil tapi belum sempat terlaksana. Ini mungkin waktu yang baik. Dana itu digunakan untuk membangun sesuatu yang sustainable,” pungkas Sudirman Said.

(rmol/dem/pojoksatu)