Yogyakarta Bakal Dikepung 12 Mal Baru

Mal di Yogyakarta
POJOKSATU.id, JOGJA – Setidaknya akan beroperasi 12 pusat perbelajaan alias mal baru berdiri di Jogja. Dari junmlah itu, lima di antaranya siap beroperasi di kawasan utara.

Lima mal baru di Jogja utara itu Lippo Plaza Jogjakarta, Jogja One Line, Hartono Mall, Ambarukmo Plaza 2, dan Sahid Jogja Walk. Berturut-turut hingga 2018 bakal berdiri Lippo Plaza Jogjakarta, Jogja One Line, Hartono Mall, Ambarrukmo Plaza 2, Sahid Jogja Walk, dan Mataram City Walk.

”Bahkan, beberapa pusat per-belanjaan dengan skala lebih kecil juga akan dibangun seperti halnya hypermart,” kata Ketua DPD APPBI DIJ Djoko Tjatur S.

Saat ini di Yogyakarta sudah berdiri Galeria Mall, Malioboro Mall, Ambarrukmo Plaza, Jogjatronik, Ramai Mall dan Jogja City Mall.


Menurut Djoko, penambahan mal dan beberapa toko besar baru jelas berpengaruh pada tingkat penda-patan masing-masing mal. Meski begitu, dia mengimbau agar para pelaku bisnis baik pengelola ataupun stake holder jangan saling bersaing melainkan tetap berkolaborasi untuk mencipta-kan target dan market baru.

”Dalam situasi seperti ini, kita itu harus jeli. Menjaring konsumen baru dengan segmentasi lebih luas bisa menjadi salah satu stra-teginya. Jika awalnya kita hanya menjaring konsumen lokal se-karang sudah mulai memikirkan bagaimana caranya menjaring konsumen dari wisatawan,” terang Djoko dalam yang baru melantik Pengurus APP-BI DIJ 2015-2018, di Sahid Rich Hotel.

Rebutan pengunjung mal bakal terjadi karena Yogyakarta sebagai salah satu provinsi dengan luas wilayah terkecil, yakni hanya 3.185 kilometer persegi.

Djoko berharap jangan sampai muncul persaingan tak sehat antar pengelola mal. Sebab jika dilihat dari segi lokasi, jarak pembangunan masing-masing mal memang cukup berdekatan.

”Jogja itu kan wilayahnya sempit. Jadi jika banyak pemain otomatis pembagian kuenya juga semakin kecil. Apalagi jarak antara satu mal dengan yang lain cukup berdekatan,” terangnya.

Djoko menambahkan, selama ini jumlah konsumen terbesar adalah masyarakat lokal. Namun jika liburan datang, para pelancong dan pendatanglah yang menjadi market share terbesar dari bisnis shopping mall.

”Fenomena inilah yang seharusnya dapat kita manfaatkan. Caranya dengan menggiatkan program ataupun promo,” ujarnya.

(met/ila/ong/radar jogja)