7 Keistimewaan dan Syarat KPR Informal, Cocok untuk Pekerja Informal Cicil Rumah Tanpa Slip Gaji

Ilustrasi KPR informal
Ilustrasi KPR informal

POJOKSATU.id – Syarat dan Tutorial Pengajuan KPR Informal, Cocok untuk Pekerja Informal Cicil Rumah Tanpa Slip Gaji.


Ini bisa jadi kabar gembira untuk pekerja informal yang selama ini kesulitan mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah.

Pasalnya, salah satu syarat mengajukan KPR adalah slip gaji yang hanya dimiliki oleh pekerja formal.

Sementara pekerja informal tidak memiliki slip gaji karena tidak bekerja di sebuah perusahaan.


Pekerja informal ini di antaranya pedagang kaki lima, driver ojek online, sopir angkot, pekerja freelance atau pekerja lepas dan sejenisnya.

Selain pekerja lepas, KPR informal juga bisa dimanfaatkan mereka yang menjalankan usaha sendiri di sektor pertanian maupun non pertanian dan belum memiliki proteksi ekonomi dari pemerintah.

KPR adalah salah satu fasilitas yang diberikan perbankan kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan cara mencicil.

Fasilitas ini juga memungkinkan masyarakat memiliki rumah impian tanpa terbebani dengan biaya pelunasan.

Bagi Anda yang mencari nafkah di sektor informal pun bisa memanfaatkan KPR informal untuk memiliki rumah impian.

Karena itu, tak perlu berkecil hati dan putus asa karena dengan fasilitas ini Anda secara tidak langsung memiliki kedudukan sama dengan pekerja formal.

Berikut ini kami paparkan sejumlah keistimewaan KPR informal untuk pekerja informal bisa cicil rumah.

 

Keistimewaan KPR Informal

KPR informal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 18/2017 tentang Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Bantuan BP2BT adalah bantuan pembiayaan KPR yang disubsidi Bank Dunia.

Atas kebijakan tersebut, para pekerja informal akhirnya bisa mendapatkan bantuan berupa kredit pembelian rumah atau KPR.

Adapun 7 keistimewaan KPR informal sebagai berikut:

  1. Jangka waktu yang diberikan hingga 20 tahun
  2. Program bantuan pemberian uang muka untuk membeli rumah sebesar 20-30 persen dari harga beli dan sisanya akan dicicil dengan bunga komersil
  3. Bantuan hanya diberikan satu kali oleh pemerintah
  4. Besaran dana untuk Pembangunan Rumah Swadaya yang diberikan BP2BT paling sedikit 20% dan paling banyak 50% dari Rencana Anggaran Biaya (RAB)
  5. Khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah memenuhi persyaratan
  6. Pekerja informal hanya perlu menabung di bank yang sudah bekerja sama dengan pemerintah sebagai salah satu syarat
  7. Bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Untuk konten menarik lainnya dari PojokSatu.id bisa didapatkan di Google News KLIK DI SINI.

Sekarang Anda sudah mengetahui 7 keistimewaan KPR informal, cocok untuk pekerja informal cicil rumah tanpa slip gaji. Semoga bermanfaat. (*/pojoksatu)