Mengenal Aplikasi E-Faktur, Fungsi Dan Rekomendasinya

E-Faktur Pajak Yang Menjadi Software Pembayaran Sah Untuk Segala Kebutuhan Pajak Anda
E-Faktur Pajak Yang Menjadi Software Pembayaran Sah Untuk Segala Kebutuhan Pajak Anda.

POJOKSATU.id – E-Faktur pajak tentunya bukan hal yang asing di telinga para pebisnis yang berhubungan dengan perpajakan, namun bagi anda yang masih baru masuk di dunia perpajakan pastilah sedikit kebingungan dengan istilah ini dan seperti apa format dari e faktur pajak tersebut.


Selain itu, bagaimana cara membuat faktur, cara untuk menerbitkan, hingga cara membuatnya. Tetapi meskipun begitu, sebenarnya pembuatan E-faktur pajak sangatlah mudah karena sudah ada aplikasi e-faktur pembantu yang bisa digunakan untuk membuat bukti pajak secara otomatis.

Aplikasi e-faktur terpercaya di Indonesia itu salah satunya adalah Mekari.

Tetapi, meski begitu akan tetap lebih baik apabila anda juga memahami tentang bukti pajak ini. Tentang apa fungsi dari e faktur pajak, kegunaannya, hingga cara membuat dan juga formatnya.


Meskipun saat ini sudah ada aplikasi e-faktur yang bahkan bisa digunakan untuk menentukan format E-faktur.

Dengan adanya aplikasi E-faktur ini para pengusaha kena pajak atau PKP yang wajib pajak WP tidak perlu lagi pusing memikirkan format dari dokumen e faktur yang akan dibuatnya karena sudah terdapat template format dokumennya di dalam aplikasi e-faktur.

Pengertian E -Faktur Yang Perlu Dipahami

Secara umum pengertian dari e faktur pajak adalah sebuah bukti dari pungutan pajak yang dibuat oleh seorang pengusaha kena pajak atau PKP dengan melakukan penyerahan barang kena pajak atau BKP atau pengertian lainnya penyerahan jasa kena pajak (JKP).

Maksudnya adalah para pengusaha yang sudah ditetapkan sebagai seorang PKP, setiap tahunnya akan diminta untuk membuat sebuah e faktur pajak baik secara manual ataupun secara online sebagai bukti bahwa PKP tersebut sudah memungut pajak transaksi dari penjualan barang ataupun jasa yang terkena pajak.

Kemudian, bukti dari pungutan pajak yang sudah mereka keluarkan selama masa pemungutan PPN akan dilaporkan kedalam bentuk SPT atau surat pemberitahuan tahunan.

Dalam surat itu menyatakan bahwa PKP yang bersangkutan sudah membayar pajak untuk setiap transaksi yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada.

Di Indonesia, orang yang menerima e faktur pajak adalah individu ataupun badan yang sudah dikukuhkan menjadi PKP dan dikenakan pajak pembeli.

Pajak pembeli ini dikeluarkan oleh penjual sebagai bentuk pembayaran PPN karena sudah melakukan pembelian baik barang maupun jasa kena pajak dari mereka. Lalu, apakah fungsi dari dokumen ini? Simak penjelasan berikut

Baca Juga : 5 Hal yang Wajib Diperhatikan Dalam Memilih Aplikasi Pembukuan Usaha

Fungsi Dari E Faktur Pajak

e faktur pajak memiliki beberapa fungsi yang sering digunakan. Berikut adalah beberapa fungsi dari bukti pajak yang perlu anda ketahui dan fahami:

1. Berfungsi sebagai bukti pungutan pajak yang dikeluarkan oleh PKP.

2. Sebagai bukti untuk pengkreditan utang pajak PPN atau untuk mendebit PPh yang dibayarkan di muka.

3. Untuk bukti pungutan pajak PPN atau PPNBM setelah melakukan impor.

4. Bagi para penerima e faktur, dokumen ini berfungsi sebagai bukti dari pembayaran pajak PPN atas pembelian dari suatu barang ataupun jasa yang kena pajak.

Lalu, banyak orang yang juga bertanya kenapa dokumen ini penting? Apa alasannya? Hal ini dikarenakan dokumen ini adalah sebagai sebuah bukti dari pungutan pajak yang dilakukan oleh PKP.

Hasil dari pungutan pajak yang mereka lakukan, akan diserahkan ketika pihak PKP sudah membuat laporan tahunan.

Namun, pada beberapa kasus ada pula yang bukti pemungutannya tidak diterbitkan, hal ini dikarenakan dia telah membuat sebuah e faktur untuk pembelian dan juga e faktur untuk penjualan yang sah, sehingga itu bisa digunakan sebagai bukti pajak.

Saat ini di era kemajuan digital, hampir semua hal bisa dilakukan dengan yang namanya online.

Sama halnya dengan perpajakan, meskipun saat ini dokumen pajak ini sudah diwajibkan dalam bentuk elektronik, tapi kalian tetap harus memahami tentang format pajak manual.

Lalu bagaimana pula cara pembuatan dan penerbitan dari pajak manual. Berikut akan saja beritahu formatnya, terlebih lagi karena bukti pajak memiliki banyak bentuk atau format yang beredar.

Format E Faktur Standar

Maksud dari format standar ini adalah, dokumen ini memiliki paling sedikit keterangan yang dimuatnya, keterangan itu antara lain adalah:

• Nama dan alamat serta NPWP yang melakukan penyerahan BKP ataupun JKP

• Nama, alamat dan juga NPWP dari pembeli ataupun penerimaan BKP atau JKP

• Jenis barang ataupun jasa, jumlah dari harga jual ataupun penggantian jasa, dan juga potongan harga.

• Harga PPN yang dipungut

• Harga PPNBM yang dipungut

• Nomor seri, Kode dan juga tanggal pembuatan dari dokumen faktur

• Nama, Jabatan, dan juga tanda tangan orang yang berhak atas dokumen tersebut.

Baca Juga : Apa Itu CRM dan Fungsinya dalam Bisnis? Berikut Ulasannya

Format E Faktur Sederhana

Maksud dari format sederhana ini adalah dokumen ini dibentuk dengan format yang sederhana yang digunakan atas penyerahan BKP ataupun JKP dengan beberapa ketentuan seperti:

• Dokumen e faktur ini dibuat oleh konsumen akhir dalam hal penyerahan baik BKP ataupun JKP kepada pembeli yang namanya ataupun alamatnya dan NPWPnya tidak diketahui.

• Pembuatan dari dokumen ini tidak membutuhkan izin dari siapapun.

• Dokumen ini berupa bon secara kontan, karcis kuitansi, bukti penjualan, kas register, dan juga sejenisnya.

• Format didalamnya minimal mencantumkan nama, alamat, serta NPWP dari si pembuat faktur, juga jenis dan kuantum dari BPK atau JKP, harga penyerahan yang sudah termasuk PPN ataupun ditulis terpisah, hingga tanggal dari pembuatan dokumen.

• Dibuat rangkap dua ataupun bisa dengan lembar tertinggal yang berbentuk potongan ataupun bagian dari e faktur yang diserahkan kepada pembeli seperti karcis.

• Dibutuhkan paling lambat adalah pada saat melakukan penyerahan BKP ataupun JKP ataupun paling lambat adalah pada saat melakukan pembayaran, pembayaran yang dimaksud adalah pada saat pembayaran diterima ataupun sebelum dilakukannya penyerahan.

Kelemahan dari bentuk ini adalah masukannya tidak bisa dikreditkan.

Format Faktur Khusus

Format untuk faktur pajak khusus ini berisi informasi terkait dengan pungutan pajak yang dibuat untuk orang pribadi, sehingga isi dari dokumen ini juga berisi informasi personal atau perseorangan.

Isi dari format khusus ini antara lain adalah: Nama dari toko, alamat toko, tanggal dibuat, nama PKP, NPWP, alamat PKP, Nomor identitas, dan total pembayaran.

Format E Faktur Gabungan

Format dari pajak gabungan adalah jenis faktur pajak atau jenis bukti dari pungutan pajak yang standar yang digunakan oleh PKP apabila dalam satu bulan ada beberapa transaksi yang berlangsung dan dilakukan dengan satu PKP.

Maksudnya adalah apabila terdapat suatu PT bernama A dalam satu bulan ia melakukan transaksi dengan PT B dalam beberapa waktu berbeda seperti tanggal 2, 5, 8, 11, 13, 15, 18, dan 28.

Maka dari semua transaksi yang dilakukan tersebut bisa dibuatkan hanya satu dokumen yang bernama faktur gabungan.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap mengenai Aplikasi Blast Whatsapp

Memahami Apa Itu Faktur Keluaran Sebelum Membuat Faktur Elektronik

Sebelum anda mulai mencari cara tentang bagaimana cara membuat faktur secara elektronik, maka sebaiknya anda perlu terlebih dahulu memahami apa itu Faktur Keluaran.

Faktur Keluaran adalah salah satu dokumen faktur yang dibuat oleh seorang wajib pajak atau WP yang sudah ditetapkan sebagai seorang pengusaha kena pajak atau yang disebut PKP yang telah melakukan penyerahan BKP atau barang kena pajak dan JKP yaitu jasa kena pajak ataupun barang terkena pajak yang tergolong kedalam barang yang mewah.

Dengan definisi yang sudah disebutkan di atas, maka dokumen faktur ini nantinya akan berkaitan dengan pengembangan PPN atau pajak pertambahan nilai serta PPnBM atau Pajak penjualan barang mewah.

Pada setiap barang ataupun jasa yang terkena PPN ataupun barang yang tergolong kedalam kategori mewah, maka pengenaan pajaknya akan disertai dengan bupot atau bukti potong ataupun bukti pemungutan pajak yang berupa dokumen faktur.

Sebagai seorang PKP atau pengusaha kena pajak yang menjual baik barang maupun jasa kena PPN atau PPnBM, maka mereka diwajibkan untuk memungut PPN dan kemudian diterbitkannya faktur keluarga yang diberikan kepada pihak PKP pembeli.

Selain dengan mengetahui cara pembuatan faktur secara online dan juga pajak keluaran, pihak PKP penjual juga harus ikut menyetorkan PPN yang tertuang dan juga melaporkan SPT masa PPN pada setiap bulannya.

Lalu, apa sajakah informasi yang terdapat pada faktur pajak keluaran? Di dalam pembuatan pajak keluaran, harus terdapat beberapa informasi yang wajib dimuat di dalamnya, yaitu:

1. NPWP (Nomor wajib pajak) dari PKP pembeli ataupun PKP penjual.

2. Nama BKP ataupun JKP yang akan di transitkan.

3. Dasar dari pengenaan pajak atau bisa disebut DPP PPN.

4. Tarif dari PPN yang sudah ditetapkan atau saat itu sedang berlaku.

5. Harga jual atau harga penggantian dari uang muka ataupun termin.

6. Serta, yang terakhir adalah PPnBM atau pajak penjualan atas barang mewah apabila barang yang dibeli atau dilakukan transaksi terkena PPnBM

Lalu, bagaimana apabila tidak terdapat informasi yang lebih jelas tersedia pada saat transaksi? Maka pihak PKP dari penjual bisa mengisi kolom informasi yang tersedia dengan angka nol, tetapi setelah faktur dibuat, pihak PKP penjual haruslah menggugah faktur tersebut agar bisa mendapatkan persetujuan dari pihak DJP sebelum benar-benar diserahkan ke pihak pembeli.

Aplikasi E-Faktur Mekari, Solusi Untuk Bisnis Anda!

Mungkin bagi anda yang masih baru dalam hal perpajakan pasti akan merasa sangat kebingungan dan kesusahan karena ini adalah hal yang baru.

Ada banyak format yang diperlukan untuk membuat e faktur yang sesuai dengan kebutuhan dari suatu perusahaan dan hal lain yang perlu diperhatikan.

Terlebih lagi, setiap format dari dokumen yang digunakan pastilah memiliki syarat dan ketentuannya sendiri.

Tetapi seiring dengan perkembangan zaman dan juga teknologi anda tidak perlu lagi khawatir terkait dengan format e faktur yang diperlukan. Kenapa begitu? Karena saat ini sudah diberlakukan format pajak elektronik.

Selain itu juga sudah tersedia aplikasi e-faktur pembantu dalam hal mengurusi perpajakan hingga format bukti pajak yaitu aplikasi e-faktur yang bernama Mekari.

Dengan aplikasi e-faktur ini, anda sudah tidak perlu lagi khawatir terkait dengan format pajak karena terdapat format yang sudah otomatis dapat Anda gunakan dalam aplikasi e-faktur.

Manfaat Aplikasi E-Faktur Mekari

Dengan aplikasi e-faktur Mekari ini, maka kewajiban pajak yang anda perlukan akan bisa dihitung secara otomatis dengan tepat dan lebih akurat, sehingga memudahkan anda untuk proses membayar pajak.

Bukan hanya sekedar menghitung pajak, aplikasi e-faktur Mekari juga bisa mengeluarkan bukti pajak atau e faktur secara elektronik.

Terlebih lagi, aplikasi e-faktur Mekari juga sudah menyediakan penyimpanan secara cloud sehingga akan lebih menghemat ruang dan mudah dalam hal pengaksesan tanpa takut data akan terhapus tidak sengaja.

Jangan tunggu lebih lama lagi, ayo segera gunakan aplikasi e-faktur Mekari. Info lebih lanjut terkait aplikasi e-faktur Mekari dapat Anda temukan di laman https://mekari.com. ***