Sebelum Mengajukan Pinjaman Usaha, 8 Poin Ini Perlu Diperhatikan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Untuk mengembangkan bisnis, pelaku usaha membutuhkan modal tambahan. Selain dari laba yang dihasilkan, modal bisa diperoleh dengan meminjam dari pihak lain. Pinjaman usaha tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya mengembangkan produk baru, melakukan ekspansi ke daerah lain, dan sebagainya.


Saat mengajukan pinjaman, Anda bisa menggunakan jaminan berupa aset properti. Manfaatkan simulasi pinjaman Lancar by Danamas ini untuk menghitung besar pinjaman yang akan diperoleh berdasarkan nilai minimum properti. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan beberapa poin berikut.

1.   Alasan Melakukan Pinjaman Usaha

Sebelum mengajukan pinjaman, yakini terlebih dahulu alasan melakukan hal tersebut. Apakah Anda benar-benar membutuhkan suntikan dana saat ini untuk keperluan bisnis atau masih bisa ditunda? Apakah ada solusi lain yang bisa dilakukan selain meminjam modal?


Jangan sampai pinjaman usaha tersebut tidak tepat sasaran dan hanya digunakan untuk keperluan sepele. Semakin besar nilai pinjaman, semakin besar pula tanggung jawab untuk melunasinya. Usahakan pinjaman usaha berdampak positif terhadap pengembangan bisnis.

2.   Ketahui Syarat Peminjaman

Pihak yang memberi fasilitas pinjaman biasanya akan menyertakan syarat-syarat tertentu untuk dipenuhi. Syarat tersebut gunanya untuk menilai kelayakan si peminjam, termasuk kemampuan membayar nilai pinjaman. Apabila syarat tidak memenuhi, pemberi pinjaman dapat menolak pengajuan pinjaman.

Nah, jika syarat peminjaman telah lengkap, proses pencairan pinjaman akan lebih lancar dan mudah. Syarat tersebut biasanya mencakup identitas diri dan informasi terkait kondisi keuangan saat ini. Persiapkan dokumen-dokumen ini sebelum mengajukan pinjaman.

3.   Berapa Biaya yang Harus Dibayar?

Hal lain yang perlu diperhatikan saat mengajukan pinjaman adalah biaya-biaya yang harus dibayar. Salah satu di antaranya biaya administrasi yang menyertai proses pengajuan pinjaman.

Ada lembaga pemberi pinjaman yang memotong dana pinjaman dalam jumlah yang cukup besar. Akibatnya, jumlah yang diterima berkurang daripada nilai yang ditentukan di awal. Perhitungkan hal ini dengan bijak. Pilih juga fasilitas pinjaman yang menawarkan biaya lebih ringan.

4.   Jumlah Pinjaman VS Kebutuhan

Untuk menentukan jumlah pinjaman, jangan hanya berpatokan pada nilai minimum properti. Namun, Anda juga perlu memperhatikan besar kebutuhan. Ajukan pinjaman berdasarkan kebutuhan tersebut sehingga hasilnya lebih tepat guna.

Kebutuhan akan nilai pinjaman usaha perlu ditentukan dengan bijak. Hal ini bisa diatur dalam rencana bisnis yang dibuat saat memulai usaha maupun saat mengembangkan bisnis. Buatlah catatan keuangan yang jelas dan detail sebagai panduan yang bermanfaat saat menggunakan pinjaman bisnis.

5.   Pertimbangkan Tenor Pinjaman

Tenor atau jangka waktu pinjaman sangat berpengaruh terhadap nilai cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Semakin lama tenor pinjaman, semakin kecil beban cicilan utang yang harus dibayar.

Di satu sisi, hal ini akan meringankan peminjam dalam membayar utang. Namun, di sisi lain membuat Anda harus siap dari segi keuangan dalam jangka yang lebih panjang. Bunga yang harus dibayar pun biasanya lebih besar daripada tenor pinjaman jangka pendek.

6.   Gunakan Pinjaman Sesuai Tujuan

Jangan menggunakan pinjaman untuk hal yang tidak perlu. Jika ini terjadi, Anda tidak akan bisa mengembangkan bisnis seperti rencana semula. Selain itu, Anda pun akan terlilit utang untuk sesuatu yang sia-sia.

Supaya pinjaman usaha dapat digunakan sesuai tujuannya, ikuti panduan dalam rencana bisnis dengan ketat. Dengan demikian, Anda tidak akan melenceng dari tujuan utama dan pinjaman bisnis lebih efektif dan bermanfaat.

7.   Persiapkan Agunan Pinjaman

Saat akan mengajukan pinjaman bisnis, jangan lupa mempersiapkan agunan yang diperlukan. Bentuk agunan untuk nilai pinjaman yang berskala besar bisa berupa properti. Untuk digunakan sebagai agunan, properti tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat kepemilikan.

Nilai agunan ditentukan oleh penyedia pinjaman, begitu pula nilai pinjaman yang diberikan. Semakin besar nilai agunan, semakin besar pula total pinjaman yang akan diterima.

8.   Strategi Melunasi Pinjaman Bisnis

Terakhir, Anda perlu menyusun strategi yang cermat untuk melunasi pinjaman tersebut. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung jumlah utang dan memetakan besar cicilan yang harus dibayar per bulan. Kemudian, sisihkan laba usaha sekian persen sesuai besar cicilan tersebut.

Apabila bisnis semakin berkembang karena didukung oleh pinjaman usaha, Anda tidak perlu khawatir. Asalkan dibayar dengan rutin tanpa menunggak, strategi yang disusun akan memudahkan Anda. Jangan lupa, sediakan juga dana darurat yang bisa digunakan saat kondisi usaha sedang lesu.

 

Inilah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan pinjaman usaha. Semoga bermanfaat!