Cara Mencegah Fraud dalam Bisnis dengan Accounting Software

Cara Mencegah Fraud dalam Bisnis dengan Accounting Software by Mekari.
Cara Mencegah Fraud dalam Bisnis dengan Accounting Software by Mekari.

POJOKSATU.id – Akuntansi merupakan dunia yang sangat rentan dengan terjadinya kekeliruan maupun kecurangan. Dalam akuntansi, kekeliruan sering disebut sebagai error dan kecurangan sering disebut sebagai fraud.


Sebenarnya keduanya hampir mirip, namun ada suatu hal kecil yang membedakan keduanya,yang mana error merupakan suatu kesalahan yang dilakukan secara tidak sengaja.

Sedangkan fraud adalah kesalahan atau kecurangan yang sengaja dilakukan untuk menguntungkan satu pihak, baik perseorangan, perusahaan, maupun institusi lain.

Kecurangan merupakan tindakan tidak adil atau melanggar hukum yang mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian.


Seperti yang telah diulas sebelumnya bahwa fraud sendiri digambarkan sebagai suatu bentuk dari tindakan yang bersifat curang dan bahkan bisa mengarah ke suatu perbuatan yang melanggar hukum.

Sudah tentu perbuatan yang melanggar hukum bisa memberikan dampak negatif baik bagi perusahaan yang kemudian berpengaruh pada seluruh pihak yang berkaitan dengan perusahaan.

Baca Juga: 7 Aplikasi Stok Barang Android Terbaik di Tahun 2022

Umumnya di dalam dunia akuntansi fraud ini merupakan suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang atau bahkan juga bisa lebih.

Bisa saja tindakan ini dilakukan oleh pihak internal atau orang yang terlibat secara langsung di dalam suatu perusahaan. Namun bisa juga tindakan ini dilakukan oleh pihak ketiga di luar perusahaan.

Umumnya pula apa yang disebut dengan fraud accounting ini cenderung memanfaatkan suatu bentuk kebohongan dengan tujuan khusus untuk memperoleh keuntungan sekalipun keuntungan tersebut didapatkan dengan cara yang tidak adil.

Perbuatan yang dilakukan oleh satu atau beberapa pihak dengan penuh kecurangan pada suatu perusahaan ini tentu saja berkaitan dengan penipuan dan cenderung dilakukan dengan tujuan memperoleh keuntungan berupa uang.

Jadi kondisi finansial perusahaan akan mengalami kesalahan karena adanya tindakan penipuan tersebut.

Akuntansi perusahaan akhirnya juga tidak dapat memberikan hasil yang tepat karena adanya kekacauan yang disebabkan oleh fraud di dalamnya.

Dan biasanya bentuk pelanggaran ini terjadi karena adanya suatu kepercayaan yang didapatkan oleh pelaku penipuan.

Tentu saja hal ini sebisa mungkin harus segera dicegah agar tidak terjadi pada perusahaan dengan menggunakan accounting software yang tepat.

Faktor-faktor Terjadinya Fraud

Fraud atau kecurangan tidak terjadi begitu saja. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang ataupun satu pihak untuk melakukan fraud, di antaranya:

1. Kesempatan

Mungkin “mencari kesempatan dalam kesempitan” merupakan ungkapan yang cocok untuk pihak yang melakukan kecurangan saat adanya kesempatan. Kesempatan menjadi salah satu faktor yang membuka peluang terjadinya kecurangan.

Kurang atau lemahnya pengawasan internal dapat menjadi ruang terjadinya kesempatan. Kesempatan ini bisa datang kapan, dari mana, dan kepada siapa saja, terlepas dari kedudukannya di dalam perusahaan.

Baca Juga: Mengenal SPT Tahunan Online, Bukti Potong Pajak, Fungsi dan Jenisnya

2. Adanya sifat buruk

Pandangan hidup, moral, dan sifat seseorang juga mempengaruhi terjadinya fraud di dalam perusahaan.

Orang yang memang memiliki sifat tamak, serakah, dan hanya mementingkan hidupnya sendiri akan mencari celah dan kesempatan untuk melakukan tindak kecurangan dan kriminal.

Mereka tidak peduli meskipun tahu bahwa kecurangan adalah tindak kriminal, asalkan mereka mendapatkan hasil yang mereka idam-idamkan.

3. Tuntutan ekonomi

Tingginya kebutuhan ekonomi juga tidak jarang menjadi faktor yang membuat seseorang melakukan kecurangan.

Kebutuhan hidup yang mendesak dan beban ekonomi yang harus segera dipenuhi sering membuat orang menjadi nekat untuk mengambil jalan pintas dengan cara melakukan fraud, walaupun mereka tahu kalau itu adalah tindakan ilegal dan melanggar hukum.

4. Lemahnya tindakan hukum

Orang-orang yang berniat untuk melakukan kecurangan kadang menyepelekan sanksi hukum yang kemungkinan akan mereka terima karena hukum yang berlaku lemah, tidak memberatkan dan tidak memberikan efek jera.

Apabila ketahuan, pelaku mungkin hanya akan terjerat hukum perdata, dan pengadilan akan menuntut pelaku untuk denda ataupun mengembalikan uang yang ia ambil.

Ini akan sangat menguntungkan pelaku kecurangan yang memiliki jabatan yang tinggi, karena mereka bahkan bisa saja kebal dari hukum yang berlaku.

Jenis-jenis Fraud

Secara garis besar, fraud dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu berdasarkan pelaku yang melakukan kecurangan dan berdasarkan tindak kecurangan yang dilakukan.

● Berdasarkan pelaku fraud

● Kecurangan yang dilakukan pegawai

● Kecurangan yang dilakukan oleh pegawai dalam perusahaan biasa disebut employee fraud

● Fraud oleh manajemen

Sedangkan kecurangan yang dilakukan oleh jajaran manajemen dalam perusahaan disebut sebagai management fraud. Kecurangan ini biasanya dilakukan pada laporan atau transaksi keuangan untuk mencurangi stakeholders.

Berdasarkan jenis tindakan fraud

1. Kecurangan terhadap aset

Kecurangan terhadap aset atau assets misappropriation adalah penyalahgunaan atau bahkan pencurian aset dan harta perusahaan secara sengaja untuk kepentingan pribadi.

Assets misappropriation merupakan bentuk fraud yang paling mudah untuk dideteksi karena sifatnya yang dapat dihitung/diukur.

Beberapa contoh dari kecurangan aset di antaranya: penggelapan kas, penyalahgunaan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi, dan lain-lain.

Baca Juga: Ingin Menggunakan HRIS software? Ini 5 Fitur yang Wajib Ada

2. Kecurangan terhadap laporan keuangan

Kecurangan terhadap laporan keuangan atau disebut sebagai fraudulent of financial reporting merupakan kesalahan dalam penyajian data, pengabaian jumlah, dan pengungkapan yang sengaja dimaksudkan untuk menipu pengguna laporan keuangan tersebut.

Fraud jenis ini biasanya sering dilakukan oleh manajemen perusahaan. Beberapa contoh dari fraudulent of financial reporting adalah overstating assets dan understating liabilities.

3. Pernyataan palsu

Biasanya, kecurangan terhadap laporan keuangan dimulai dengan pernyataan palsu atau fraudulent statement yang dilakukan oleh manajemen, pejabat, atau eksekutif perusahaan untuk menutupi kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya.

Oknum yang melakukan kecurangan ini biasanya akan merekayasa keuangan dalam penyajian laporan keuangan, yang tujuannya untuk mengelabui investor, bank, dan pajak.

4. Korupsi

Korupsi juga merupakan salah satu jenis kecurangan karena di dalamnya termasuk penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, hingga pemerasan secara ekonomi.

Jenis fraud yang satu ini sulit terdeteksi karena kecurangan ini menyangkut kerja sama dengan pihak lain.

Baca Juga: Latar Belakang E Filing Pajak, Manfaat Hingga Cara Menggunakannya

5. Pencurian atau penjualan data

Pencurian atau penjualan data konsumen secara sengaja oleh oknum dalam perusahaan kepada pihak lain termasuk ke dalam salah satu bentuk fraud.

Data pribadi konsumen seperti nama, alamat, nomor telepon, data finansial, dan lain sebagainya merupakan data rahasia yang seharusnya disimpan perusahaan dengan baik.

Namun tak jarang data-data tersebut bocor, tercuri, dan lebih parahnya, terjual kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini akan menyebabkan kebocoran data konsumen dan bukan tidak mungkin mengancam konsumen itu sendiri.

Cara Mencegah Terjadinya Fraud dengan Accounting Software

1. Sosialisasi SOP dan anti-korupsi

Setiap perusahaan tentunya memiliki SOP atau standar operasional prosedur yang mengatur mengenai salah satunya tindakan kecurangan atau fraud.

Perusahaan perlu menggalakkan sosialisasi mengenai isi dari SOP yang mengatur kinerja serta kegiatan anti korupsi bagi para karyawan.

Bukan hanya itu, perusahaan juga perlu menyampaikan sanksi dan hukuman tegas apabila melakukan tindak kecurangan, tanpa peduli siapa yang melanggar.

Perusahaan pun harus memberikan sanksi yang tegas dan tidak berhenti hanya pemecatan yang bersangkutan saja, melainkan termasuk tuntutan ke ranah hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dengan ini, akan meminimalisir atau bahkan meniadakan terjadinya tindak kecurangan di dalam perusahaan.

2. Analisa keuangan dengan baik

Menganalisa keuangan dengan baik merupakan salah satu cara untuk mencegah tindak kecurangan.

Analisa keuangan yang baik dan teliti menggunakan accounting software dapat meminimalisir terjadinya kecurangan dan juga sebagai bentuk antisipasi dan menutup kesempatan karyawan untuk melakukan fraud.

3. Gunakan sistem akuntansi

Menggunakan sistem akuntansi dan accounting software yang terintegrasi akan menghasilkan laporan keuangan secara otomatis tanpa campur tangan dari banyak pihak dan meminimalkan human error.

Sehingga akan menghasilkan laporan keuangan yang transparan, faktual, dan apa adanya.

Sistem akuntansi yang terintegrasi dan accounting software akan mencegah terciptanya peluang untuk melakukan kecurangan terhadap laporan keuangan.

Jurnal by Mekari menyediakan accounting software terbaik untuk enterprise di Indonesia untuk otomatiskan penyusunan laporan keuangan perusahaan Anda.

Monitor kondisi keuangan bisnis Anda secara aktual dan menyeluruh, kelola budget management sesuai dengan data yang ada, merekonsiliasi seluruh transaksi bank, hingga buat laporan keuangan yang akurat dalam hitungan detik dalam satu sistem aman yang terintegrasi.

accounting software dari Jurnal.id merupakan software akuntansi online dengan laporan keuangan seperti neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya.

Tujuan accounting software Jurnal.id adalah memudahkan pembukuan serta proses akuntansi pemilik bisnis.

Semua perusahaan dan pengusaha pasti menginginkan administrasi yang berjalan baik sementara masih banyak perusahaan yang kesusahan untuk mengelola administrasi yang baik, untuk itulah accounting software Jurnal.id hadir sebagai Simple Online Accounting Software untuk menunjang kesuksesan pebisnis.

Dengan menggunakan accounting software dari Jurnal.id, maka lebih menghemat waktu proses administrasi dan operasional, dengan harga yang efisien, efektif dan cepat. Karena itu, pebisnis bisa lebih fokus untuk mengembangkan usahanya.

Accounting software dari Jurnal.id bisa diakses secara fleksibel, untuk berbagai perangkat dan kapan saja, selama terhubung dengan internet.

Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Aplikasi Absen Online Berbasis Web

Menggunakan accounting software ini menjadikan pengguna lebih mudah dalam membuat invoice atau faktur, mengecek inventori, serta membuat laporan keuangan.

Jadi, accounting software dari Jurnal.id menjadikan pembuatan laporan keuangan perusahaan lebih mudah, aman, cepat, nyaman, dan datanya bisa diakses secara real-time.

Menariknya, Jurnal.id telah memiliki keamanan berstandar tinggi, ISO 27001, setara dengan bank, sehingga keamanan data perusahaan terjamin.

Selain itu, Jurnal memiliki banyak fitur di dalamnya seperti:

• Fitur pembelian dimana di dalamnya terdapat fitur purchase order dan invoice dengan rinci dan lengkap.

• Pembuatan faktur dan perhitungan pajak otomatis.

• Cash link.

• Pembuatan laporan keuangan dan masih banyak lagi fitur lainnya.

• Manajemen Stok.

Dengan menggunakan Jurnal, Anda juga dapat mengakses data secara realtime, kapan pun dan di mana pun.

Bagi Anda pemilik online shop, manfaatkan juga aplikasi pembukuan online shop untuk membantu pekerjaan Anda. Nikmati kesempatan free trial aplikasi catatan keuangan Jurnal selama 14 hari.***