Dukung PPKM Darurat, PrivyID Beri Ekstra Gratis Tanda Tangan Digital, Begini Caranya, Nggak Ribet Kok

PrivyID (ist)
PrivyID (ist)

POJOKSATU.id, JAKARTA— PPKM Darurat Jawa-Bali menjadi kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 yang semakin bertambah di Indonesia.


Masyarakat dihimbau untuk beraktivitas dari rumah seiring ditutupnya kembali pusat kegiatan publik, termasuk perkantoran.

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dan membantu mengurangi mobilitas serta aktivitas fisik, PrivyID memberikan ekstra tanda tangan gratis bagi para pengguna akun personal.

Sehingga segala aktivitas maupun transaksi, khususnya yang memerlukan penandatanganan dokumen bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Melalui program #BerjuangBersamaPrivyID, perusahaan penyedia layanan tanda tangan digital pertama di Indonesia ini memberikan ekstra 50% saldo Privy Balance setiap kali user melakukan top up hingga 19 Juli 2021 tanpa minimum transaksi.

Privy Balance dapat digunakan untuk menandatangani dokumen dan meminta tanda tangan elektronik pihak lain baik melalui web app maupun aplikasi mobile PrivyID.

Demikian disampaikan CEO PrivyID, Marshall Pribadi, Ketua umum Regtech and Legaltech Association (IRLA), wakil ketua umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dalam keterangannya, Minggu (18/7/2021).

“Program #BerjuangBersamaPrivyID ini adalah upaya kami untuk membantu masyarakat tetap bisa beraktivitas, karena pengelolaan dan administrasi dokumen dapat dilakukan di mana saja dengan berbagai device, juga sebagai proteksi bagi keselamatan kita semua untuk tidak menandatangani dokumen kertas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ekstra gratis tanda tangan diberikan sebagai apresiasi bagi pengguna PrivyID yang telah setia menggunakan layanan tanda tangan digital.

“Kami berharap bonus 50% Privy Balance ini bisa meringankan beban para pengguna PrivyID di masa yang sulit ini. Perjuangan akan menjadi lebih ringan jika kita jalani bersama-sama.” ujar Marshall.

Hingga 2021, PrivyID telah membantu lebih dari 1000 perusahaan dan 15 juta akun individu untuk melakukan tanda tangan secara digital.

Tahun lalu, PrivyID mencatat lonjakan 61% pengguna baru menjadi 12,5 juta saat pandemi mulai melanda.

Total dokumen yang ditandatangani melalui layanan PrivyID juga meningkat signifikan menjadi 40 juta dokumen per Juni 2021.

Menurut anggota Endeavor Entrepreneur, dan salah satu penerima penghargaan Forbes Asia 30 Under 30 itu kenaikan pengguna PrivyID dipengaruhi oleh kebijakan work from home yang diterapkan banyak perusahaan.

Status PrivyID juga sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) yang telah berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.

Status ini membuat setiap dokumen elektronik yang ditandatangani menggunakan PrivyID memiliki kekuatan pembuktian tertinggi, yang meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap PrivyID.

Selain aspek legalitas yang terjamin serta bisa membantu kebijakan bekerja dari rumah, tanda tangan digital juga dapat memangkas waktu dan menghemat biaya yang dibutuhkan untuk pencetakan, pengiriman, hingga penyimpanan dokumen.

Selain itu, tanda tangan digital juga meningkatkan keamanan dengan meminimalisasi risiko pemalsuan dokumen dan pemalsuan tanda tangan, serta ramah lingkungan.

Tentang PrivyID

PrivyID (PT Privy Identitas Digital) adalah startup Regulatory Technology (Regtech) pertama yang mendapatkan pengakuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sebagai penyelenggara tanda tangan elektronik tersertifikasi.

PrivyID resmi menyandang status PSrE Berinduk dari Kominfo untuk menerbitkan sertifikat elektronik dengan tingkat verifikasi tertinggi.

PrivyID juga merupakan perusahaan Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi anggota FIDO Alliance, suatu asosiasi industri internasional yang memiliki misi menciptakan standar otentikasi global yang aman dan nyaman bagi pengguna.

Sejak didirikan pada tahun 2016, PrivyID telah dipercaya oleh lebih dari 15 juta pengguna dan 1000 perusahaan di Indonesia, termasuk enam Bank Buku IV yang memiliki modal inti di atas 30 triliun rupiah.

Layanan identitas dan tanda tangan digital PrivyID juga telah digunakan oleh perusahaan ternama, seperti Allianz, Manulife, AXA, Telkomsel, Indosat, Adira Finance, BCA Finance, Kredivo, ISS, dan Astra International.

PrivyID telah lulus program Regulatory Sandbox Bank Indonesia dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan sebagai penyelenggara e-KYC.

Selain itu, kerjasama resmi PrivyID dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri memungkinkan PrivyID untuk memverifikasi identitas penandatangan sebagaimana disyaratkan di dalam peraturan perundang-undangan. (rel/pojoksatu)

Loading...