3 Fakta Guru TK Terlilit Hutang Pinjaman Online di 24 Aplikasi Berbeda

Guru TK di Malang terjerat hutang pinkol. Foto:Humas Pemkot Malang.

POJOKSATU.id, MALANG — Seorang guru taman kanak-kanak (TK) di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi perhatian usai terjerat pinjaman online (pinjol) sebesar Rp40 juta dari 24 aplikasi berbeda.


Dari 24 aplikasi pinjol yang digunakannya, hanya 5 aplikasi yang legal dan terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara, 19 aplikasi lainnya merupakan pinjol ilegal.

Berikut ini beberapa fakta guru TK di Malang terjerat hutang Pinjaman Online (pinjol):

1. Untuk Biaya Kuliah

Guru berinisial S (40) itu menjelaskan, ia terpaksa meminjam uang di aplikasi pinjol untuk kebutuhan buaya kuliahnya.


Sekolah meminta syarat ijazah S1 agar S tetap bisa mengajar di sekolah tersebut. Sementara S adalah lulusan D2.

Diketahui, S sudah mengajar di TK tersebut selama 13 tahun. Sementara gaji per bulan yang ia terima sebagai guru TK hanya Rp400 ribu per bulan, biaya S1 per semester mencapat Rp2,5 juta.

2. Diancam Dibunuh sampai Dipecat dari Pekerjaannya

S sempat diancam akan dibunuh dan digorok lehernya saat debt collector pinjol menagih hutangnya.

Untuk menghentikan teror itu, ia kembali meminjam uang ke perusahaan pinjol lainnya atau ‘gali lubang tutup lubang’.

AKibat kasus ini, ia pun dipecat dari tempatnya mengajar pada 5 November 2020 silam dan membuatnya sempat frustasi hingga ingin bunuh diri.

3. Dibantu Pemkot Malang

Pemerintah Kota Malang memanggil S ke Balai Kota Malang Rabu, 19 Mei 2021. Wali Kota Malang, Sutiaji memutuskan untuk menanggung seluruh utang dari S lewat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang.

Kerana dari 24 perusahaan itu hanya 5 yang legal, maka Pemkot Malang hanya akan membayar hutang pokoknya saja.

(hlm/pojoksatu)