Peternakan Unggas Akui Alami Kerugian Selama Dua Tahun Terakhir

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Selama dua tahun terakhir, sektor peternakan unggas terus alami kerugian.


Keluhan ini disampaikan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar Indonesia) lewat pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Jumat (11/9) lalu.

Singgih yang juga anggota Komisi VI DPR RI menuturkan, alasan pertemuan dengan Menko Perekonomian, pihaknya ingin persoalan perunggasan ini segera berakhir.

Dikatakan Singgih, langkah yang harus segera diambil oleh pemerintah adalah menyeimbangkan supply dan demand serta memperbaiki harga ayam hidup di tingkat peternak.


Dalam kesempatan tersebut, Pinsar Indonesia juga pemerintah mengambil langkah strategis sebagai upaya perlindungan kepada peternakan unggas nasional, terkait dengan desakan dari Brazil untuk memasukkan ayamnya ke Indonesia.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penugasan di sektor peternakan.

“Bagaimana bisa BUMN menjalankan tugasnya kalau tidak punya amunisi. Kami minta ada Penyertaan Modal Negara sehingga keberadaannya bisa benar-benar efektif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Singgih mengatakan, sumber protein hewani yang paling murah dan mudah terjangkau bagi masyarakat adalah daging ayam dan telur.

Disampaikan, kontribusi daging ayam dan telur dalam pemenuhan protein hewani rakyat Indonesia sekitar 70 persen. Sedangkan kapitalisasi dari usaha peternakan ayam di Indonesia mulai dari hulu sampai hilir mencapai Rp 500 triliun.

“Itulah sebabnya subsektor perunggasan mempunyai petan penting dan strategis,” katanya.

Terakhir, ia pun menyampaikan dukungan permodalan bagi peternak UKM dan koperasi. “Pinsar yang sudah membentuk koperasi mengharapkan pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB),” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku siap membantu memperbaiki sektor perunggasan yang dalam dua tahun ini terus mengalami kerugian.

Menurutnya, perunggasan nasional memang perlu diperbaiki sehingga menciptakan suasana kondusif bagi seluruh pelaku bisnisnya.

Karena itu, pihaknya akan mempelajari dan mengkomunikasikan dengan kementerian-kementerian terkait juga peternak.

Terkait LPDB, Airlangga menyarankan agar para peternak memanfaatkan dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Mudah-mudahan LPDB juga bisa dimanfaatkan karena dana mereka masih terbatas,” tandasnya.

(jpnn/pojoksatu)