Kemenperin Bakal Tambah Produk Logam yang Wajib SNI

ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menerapkan tambahan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk sejumlah produk logam.


Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri logam tanah air.

“Masih terdapat ribuan SNI sukarela bidang industri yang bersifat tidak mengikat dan berpotensi untuk kita wajibkan dalam rangka pengamanan pasar dalam negeri, termasuk untuk sektor industri logam,” katanya, dikutip dari Antara.

Doddy menuturkan, penerapan SNI wajib dinilai dapat menekan impor yang tidak bertanggung jawab. Sehingga, pemerintah dapat melakukan pengawasan dan penindakan hukum atas pelanggarannya.


Di sisi lain, kebijakan ini diambil guna meningkatkan penyerapan produk industri nasional. “Contohnya bagi industri baja,” tuturnya.

Saat ini, disampaikan, terdapat 147 kode HS yang tersebar pada 28 SNI wajib sektor logam. “Hal ini sepertinya merupakan celah membanjirnya produk-produk impor ke pasar dalam negeri jika tidak mendapatkan perhatian serius dari segenap pemangku kepentingan,” katanya.

Terlebih lagi baja merupakan salah satu komoditas vital dalam perindustrian dan digolongkan sebagai industri hulu dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pemerintah bertekad untuk terus melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor.

Karena itu, menurutnya, diperlukan instrumen guna memacu daya saing produk nasional sekaligus menjaga kesehatan serta keselamatan konsumen dan lingkungan.

Adapun instrumen yang umumnya diterapkan di Indonesia adalah pemberlakuan SNI secara wajib, yang fokus utamanya untuk produk-produk yang berkaitan dengan Keamanan, Kesehatan, Keselamatan manusia dan Lingkungan (K3L).

(jpc/pojoksatu)