PAN Akan Fokus Pulihkan Ekonomi dan Penguatan Sektor Kesehatan di 2021

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. (Foto : Firdaus/Pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menilai tema ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi Dan Penguatan Reformasi’ yang diusung pemerintah APBN 2021 mendatang kurang tepat mengingat situasi pandemi dan geliat ekonomi yang masih stagnan dan cenderung menurun.


Kader fraksi PAN itu lantas mengusulkan tema yang lebih tepat adalah ‘Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penguatan Sektor Kesehatan’.

“Penekanannya adalah agar ada keseimbangan antara pemulihan ekonomi di satu sisi dan peningkatan pelayanan kesehatan di sisi yang lain. Sebab, pemulihan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari penguatan sektor kesehatan karena keduanya ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi,” kata Eddy dalam keterangan tertulisnya Kamis, (27/8).


Eddy mengungkapkan, belum lama ini Fraksi PAN juga mempelajari keberhasilan Selandia Baru, Taiwan, dan Jerman dalam meredam kasus Covid-19 yang relatif berhasil sehingga aktivitas ekonomi di negara-negara tersebut kembali tumbuh lebih cepat.

“Ini patut dicontoh di mana keberhasilan dalam penanganan Covid-19 secara instan berimplikasi positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Fraksi PAN, lanjut Eddy, juga mengamati bahwa kondisi pemulihan ekonomi negara-negara mitra dagang dan investasi utama yang diselimuti ketidakpastian juga sangat berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan investasi Indonesia ke depan.

Dengan kondisi tersebut, maka pemerintah diharapkan mencermati kembali asumsi pertumbuhan ekonomi secara lebih realistis karena akan berimplikasi terhadap tingginya target penerimaan negara.

“Oleh karena itu, Fraksi PAN mendorong agar fokus pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 menjadi agenda utama pada 2021 dibandingkan mengejar target pertumbuhan yang sulit dijangkau,” ujar Eddy.

Fraksi PAN juga berharap bahwa investasi sebagai mesin penggerak ekonomi lainnya agar tetap bisa tumbuh di masa pandemi ini. Capaian realisasi investasi tentunya perlu terus tumbuh di tahun depan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja.

Sebagai pamungkas, kata Eddy ketika pemerintah semakin membuka perekonomian, tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan semakin ditingkatkan serta diberlakukan sanksi yang “ber-efek jera”.

“Kita memang perlu meningkatkan mobilitas masyarakat untuk menggerakkan perekonomian, namun hal ini akan sia-sia dan justru memukul mundur pertumbuhan ekonomi, jika kasus penularan Covid 19 semakin merebak akibat ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjaga kesehatan,” tandasnya.

(fir/pojoksatu)