Pemerintah Telah Berikan Bantuan Kepada 118 Juta Masyarakat Miskin

Sosialisasi dan Penyaluran Bansos PKH Tahap I, Selasa (26/2/2019)
Ilustrasi bantuan PKH.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, pemerintah telah memberikan bantuan jaring pengaman sosial kepada 118 juta masyarakat miskin di Indonesia.


Disampaikan, anggaran yang telah dikeluarkan untuk bantuan tersebut sebesar Rp 72 triliun. Program ini pun akan terus berjalan.

“118 juta orang dari 250 juta yang sudah diberikan uang tunai langsung sebesar Rp 72 triliun. Program ini akan terus berjalan. Ini untuk mengganjal saudara-saudara kita yang berkategori berpendapatan paling rendah,” katanya.


Disampaikan bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program. Yakni Program Keluarga Harapan, Program Kartu Sembako serta Program Bansos Tunai dan Non Tunai.

Untuk Program Keluarga Harapan dengan jumlah penerima 10 juta keluarga, pagu anggaran yang disiapkan berjumlah Rp 37,4 triliun.

Dari jumlah tersebut, yang baru terserap sebesar Rp 27 triliun. Adapun besaran bantuannya berkisar antara Rp 800 ribu sampai Rp 1,2 juta per bulan.

Selanjutnya Program Kartu Sembako. Pihaknya menyampaikan telah diberikan kepada 20 juta keluarga miskin.

Salah satu penerimanya juga masuk dalam Program Keluarga Harapan. Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut sebesar Rp 43,6 triliun.

“Apakah masuk yang pertama, iya, tak apa dapat dua kali karena mereka juga butuh bantuan, program ini dengan pagu Rp 43,6 triliun sudah disalurkan Rp 26 triliun dari pemerintah melalui Kartu Sembako atau 80 juta orang termiskin di Indonesia,” terangnya.

Terakhir, yakni Program Bansos Tunai dan Non Tunai yang diberikan kepada daerah di kawasan Jabodtabek dan non Jabodetabek dengan jumlah keluarga yang telah disalurkan sebanyak 10,9 juta.

Untuk pagu anggarannya disebutkan sebesar Rp 39,2 triliun dengan serapan Rp 19 triliun. “Jika ada potensi terjadi overlap, ya bisa saja. Mereka ini kan orang miskin juga,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)