Sejak Awal Juni, Penumpang Pesawat Tunjukkan Tren Peningkatan

Ilustrasi. (foto : pixabay)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pergerakan angkutan umum tetap terjadi, bahkan jumlahnya terus meningkat, meski mobilitas masih dibatasi.


Berdasarkan data Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia, ada 51.228 pergerakan pesawat pada bulan lalu.

Direktur Utama AirNav Indonesia M. Pramintohadi Sukarno mengatakan, data traffic movement menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juni. Jumlah pergerakan pesawat terus naik hingga awal Juli.


“Memang jika dibandingkan dengan kondisi normal, peningkatan ini belum signifikan,” katanya.

Sebagai contoh, data traffic movement pada Mei 2019 sebanyak 162.426 pergerakan. Sedangkan Juni 2019 sebanyak 169.248 pergerakan.

Sementara di sektor kereta api (KA), kepadatan terjadi pada rute lokal. Di Jabodetabek, misalnya, kemarin terjadi antrean panjang.

Wali Kota Bogor Bima Arya pun memprotes karena lama antrean di Stasiun Bogor sampai dua jam.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo menjelaskan, kepadatan dapat terjadi karena dua hal, yakni pembatasan kapasitas angkut KRL dan bertambahnya penumpang pada masa peak hour.

Didiek Hartantyo menyatakan, antrean tetap memperhatikan physical distancing, baik di stasiun maupun kereta.

Lebih lanjut, Didiek menuturkan, meski pengguna KRL terus bertambah, tetap ada pembatasan kapasitas. Hal itu membuat kepadatan pada jam sibuk tidak dapat dihindari. Kemarin, misalnya, jumlah pelanggan KRL yang dilayani hingga pukul 10.00 mencapai 166.044 penumpang.

(jpc/pojoksatu)