Bukan Kartu Prakerja yang Dihentikan, tapi Pelatihan Paket Bundling

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko (ketiga dari kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman mitra
platform resmi Kartu Prakerja yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari (paling kanan) dan Direktur Digital Business Telkom Faizal R. Djoemadi (kedua dari kanan) di Jakarta, Jumat (20/3).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko (ketiga dari kiri) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman mitra platform resmi Kartu Prakerja yang dilakukan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari (paling kanan) dan Direktur Digital Business Telkom Faizal R. Djoemadi (kedua dari kanan) di Jakarta, Jumat (20/3).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky membantah program Kartu Prakerja dihentikan.

Panji pun meluruskan, yang dihentikan dari Kartu Prakerja adalah pelatihan yang berbentuk paket bundling saja. Sehingga bukan program dari Kartu Prakerja itu.

“Program pelatihan Kartu Prakerja memiliki ribuan jenis pelatihan yang variatif, dan paket bundling yang dihentikan. Ini hanya sebagian kecil dari seluruh pelatihan yang ditawarkan. Sehingga peserta pelatihan tetap memiliki kebebasan untuk memilih jenis pelatihan sesuai minat dan kebutuhan mereka,” jelasnya dilansir JawaPos.com.

Lebih lanjut, Panji mengatakan, penghentian paket pelatihan tidak berdampak terhadap program Kartu Prakerja secara keseluruhan. Sehingga program Kartu Prakerja ini tetap berjalan dan tidak dihentikan.

Adapun terkait penghentian khusus paket bundling, dikatakan, efektif dari tanggal 30 Juni dan tidak berlaku surut. Sehingga insentif peserta yang dulunya mengambil paket pelatihan bundling akan terus berjalan seperti biasa.

“Mitra platform digital serta lembaga pelatihan yang telah menjual paket pelatihan bundling hingga 30 Juni pun tetap akan menerima pembayaran atas pelatihan yang telah diselenggarakannya,” ungkapnya.

Dijelaskan, penghentian tipe paket bundling merupakan salah satu langkah dalam menerapkan tata kelola program yang baik.

“Agar para peserta benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini tanpa membatasi kebebasan para peserta untuk memilih ribuan jenis pelatihan lainnya,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)