HIPMI Sepakat Ada Pengaturan Jam Masuk Kerja, Ini Usulannya

Ilustrasi penumpang KRL. (JawaPos)
Ilustrasi penumpang KRL. (JawaPos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sepakat adanya pengaturan jam masuk kerja.

Diketahui, pengguna jasa KRL harus mengantre berjam-jam untuk memasuki peron sebelum bisa menaiki kereta.

Hal ini terjadi sebagai dampak dari penerapan sejumlah protokol guna menghindari penyebaran Covid-19.

PT KCI sebelumnya sudah mendorong pengusaha dan pemerintah untuk ikut memikirkan solusi jika ingin ekonomi kembali menggeliat.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum HIPMI Anggawira mengatakan pihaknya sepakat untuk adanya pengaturan jam masuk kerja.

“Menurut saya, jam kantornya memang harus ada perbedaan yang agak timpang jauh,” katanya dilansir JawaPos.com, Kamis (25/6).

Anggawira pun mengusulkan, jam masuk kantor dibedakan menjadi dua shift. Pertama, masuk kantor pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB. Kedua, masuk kantor pukul 11.00 WIB dan pulang pukul 19.00 WIB.

“Mungkin harus ada variasi seperti itu. Memang caranya hanya di jadwal masuk kantor kalau implikasinya ke penggunaan kendaraan umum,” katanya.

Selain itu, Anggawira menilai penerapan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) juga lebih baik diperpanjang meski sudah memasuki normal baru.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada seorang pun yang tahu kapan Covid-19 berakhir.

“Mekanisme lain seperti yang sudah berjalan selama ini, WFH. Tapi memang ada beberapa yang harus masuk misalnya beberapa sektor usaha yang berbasis langsung dengan pelayanan provider,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)