Efisiensi Biaya Produki, Enam Sektor Ini Beralih Pakai Teknologi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya mengungkapkan sudah ada beberapa industri yang telah mengadopsi pemanfaatan teknologi untuk menjalankan bisnisnya.


Dikatakan, di tengah pandemi seperti sekarang ini, industri harus segera beralih ke teknologi untuk efisiensi biaya produksi.

Adapun industri yang telah mengadopsi pemanfaatan teknologi, pertama adalah industri sektor manufaktur.

“Itu sudah mulai dilakukan, yang paling lead itu di manufaktur melakukan dan utamanya mereka melakukan ini untuk optimalisasi operasional, kedua untuk meningkatkan produktivitas dan ketiga meningkatkan product development hingga sales,” katanya dilansir JawaPos.com.


Selain itu, ada juga sektor ritel. Diketahui, sektor ini salah satu yang terdampak parah akibat pandemi Covid-19.

Pasalnya, dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), aktivitas jual beli terhambat. Bahkan, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengungkapkan adanya penurunan omset hingga 90 persen.

“Kedua industri ritel, mereka juga sudah melakukan hal ini, kalau ditanya mereka mengoptimalisasi operasional mereka dan produktivitas dan meningkatkan produk maupun skill,” jelasnya.

Berikutnya, sektor pertambangan agrikultur hingga telekomunikasi. Di mana, disebutkan bahwa akan ada potensi efisiensi biaya sebesar USD 120 miliar hingga tahun 2025.

“Lalu sektor mining, agriculture, lalu telekomunikasi dan media, akan ada peningkatan efisiensi dan produktivitas dengan total potensi itu sekitar USD 120 miliar atau Rp 1.700 triliun,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)