Tenaga Kerja Diprediksi Desifit pada 2024, Ini yang Dilakukan Kemenperin

Agus Gumiwang Kartasasmita

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprediksi sektor industri dalam negeri akan mengalami defisit tenaga kerja pada 2024 mendatang.


“Kita akan kekurangan 2,5 juta sumber daya manusia (SDM) industri pada 2024,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Selasa (23/6).

Menteri Agus mengatakan pihaknya berupaya mencegah hal tersebut. Salah satunya dengan mempersiapkan SDM industri dan menambah anggaran untuk tahun depan.


Sebelumnya, dikabarkan Menteri Agus mengusulkan tambahan anggaran untuk pengembangan program SDM. Juga untuk program perlindungan dan pengamanan industri dalam negeri, pertumbuhan industri substitusi impor, serta pengembangan infrastruktur digital sektor industri.

Adapun total tambahan anggaran yang diajukan Kemenperin untuk tahun depan mencapai Rp 3,42 triliun.

Agus menuturkan, tujuan akan tercapai jika pemerintah melaksanakan program yang terintegrasi dan mengarah pada peningkatan daya saing sektor industri.

Langkah strategis yang perlu ditempuh adalah komersialisasi teknologi, penyiapan SDM industri, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), dan penyiapan infrastruktur digital.

“Selain itu, perlu ada kebijakan perlindungan dan pengamanan industri dalam negeri yang diproyeksi membutuhkan anggaran Rp 1,5 triliun,” ujarnya.

Untuk penumbuhan industri substitusi impor, anggaran yang dibutuhkan Rp 500 miliar. Itu merupakan upaya menurunkan impor yang ditargetkan mencapai 35 persen pada akhir 2022 melalui instrumen P3DN.

“Jadi, ada pengoptimalan kebijakan untuk menerapkan pembelian produk dalam negeri, terutama untuk belanja pemerintah serta fasilitasi pembangunan infrastruktur dalam kawasan industri,” jelasnya.

Agus menuturkan, Kemenperin juga terus berfokus pada pelaksanaan program penyiapan SDM industri. Anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut Rp 1,01 triliun. Termasuk di dalamnya adalah kegiatan reskilling dan upskilling pekerja yang terkena PHK akibat pandemi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Johhny Darmawan meminta pemerintah menyesuaikan pengembangan SDM dengan supply and demand.

Secara konsep, dia mendukung langkah untuk meningkatkan kualitas SDM. Namun, untuk teknisnya, dia berharap pemerintah menyesuaikan program peningkatan kualitas SDM dengan kebutuhan industri.

Untuk itu, pemerintah perlu bekerja sama dengan swasta agar program yang membutuhkan anggaran besar itu lebih tepat sasaran. Dengan demikian, Kadin berharap kebutuhan SDM industri terpenuhi dan angka pengangguran berkurang.

(jpc/pojoksatu)