Kemenaker Antisipasi Penambahan Jumlah Pengangguran

Menaker Ida Fauziyah
Menaker Ida Fauziyah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak di seluruh sektor perekonomian yang muaranya pada sektor ketenagakerjaan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, jumlah pekerja yang terdampak situasi pandemi Covid-19 mencapai 1,7 juta orang, baik pekerja formal maupun informal.

Padahal sebelum Covid-19, berdasar survey BPS Februari 2020 lalu, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sedang mengalami tren positif dengan tingkat pengangguran semakin menurun hingga mencapai 4,9 persen.

Trend positif tersebut tentu tak lepas dari kerja keras pemerintah bersama stakeholder ketenagakerjaan terutama dalam peningkatan kompetensi dan produktivitas, menjaga kondusifitas hubungan industrial serta berbagai program perluasan kesempatan kerja.

“Adanya pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap iklim ketenagakerjaan termasuk bertambahnya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun pengenaan status dirumahkan,” katanya.

“Kami juga mengantisipasi tambahan pengangguran yang diestimasi mencapai 2,92 hingga 5,23 juta orang. Kita berusaha menekan angka pengangguran agar tidak tembus 2 digit,” sambungnya.

Karena itu, ia berharap sampai akhir tahun investasi akan terus tumbuh, sehingga tenaga kerja yang terserap akan semakin meningkat.

“Kita ingin dunia usaha terus membaik agar roda kegiatan ekonomi mampu bergerak yang pada akhirnya menyerap kembali tenaga kerja. Di masa transisi kenormalan baru, diharapkan aliran investasi terus tumbuh hingga akhir tahun agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” paparnya.

Sementara itu, untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap dunia kerja, Presiden Joko Widodo telah menetapkan enam kebijakan strategis.

Enam upaya mitigasi tersebut yakni paket stimulus ekonomi untuk dunia usaha agar tidak melakukan PHK, insentif pajak penghasilan bagi para pekerja, jaring pengaman sosial melalui program bantuan gsosial bagi pekerja formal dan informal.

Selain itu, pemberian prioritas Kartu Prakerja bagi para pekerja yang menjadi korban PHK, perluasan program industri padat karya dan perlindungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik di negara penempatan maupun setelah kembali ke tanah air.

“Selaras mitigasi tersebut, Kemenaker juga telah melakukan langkah strategis mulai dari refocusing anggaran maupun perubahan kebijakan untuk mempertimbangkan kelangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)