Pengusaha Diminta Rekrut Kembali Pekerja yang Terkena PHK

Menaker Ida Fauziah
Menaker Ida Fauziyah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengusaha diminta merekrut kembali pekerja/buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19.


Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka penggangguran dan memperluas kesempatan kerja baru.

“Kita harapkan penerapan new normal bisa menggerakkan roda perekonomian, sehingga para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk kembali bekerja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja secara ketat,” ujarnya.


Perekrutan ulang para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan ini memiliki keuntungan tersendiri bagi pengusaha. Pasalnya, mereka telah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja, serta mengenal budaya kerja di perusahaan.

Sehingga, kata Ida Fauziyah, para pekerja tersebut dapat langsung bekerja sesuai keahliannya dan tidak perlu mengadakan pelatihan kerja (training) lagi.

“Ini tentu menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitasnya,” ucapnya.

Berdasarkan data Kemnaker per 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang dirumahkan sebanyak 1.058.284 pekerja dan pekerja sektor formal yang ter-PHK 380.221 pekerja. Sedangkan pekerja sektor informal yang terdampak 318.959 pekerja.

Selain itu, terdapat 34.179 calon pekerja migran yang gagal diberangkatkan serta 465 pemagang yang dipulangkan. Total pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 sebanyak 1.792.108 pekerja.

“Ini adalah data yang telah melalui proses cleansing antara Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan. Data ini sudah diketahui jelas by name by address,” jelasnya.

(jpc/pojoksatu)