Indonesia Diyakini Bisa Pimpin Ekonomi Syariah Global

Ilustrasi industri produk halal memiliki pasar global untuk ekonomi syariah. (Istimewa)
Ilustrasi industri produk halal memiliki pasar global untuk ekonomi syariah. (Istimewa)

POJOKSATU.id, JAKARTA – President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, Indonesia berpotensi memimpin ekonomi syariah global.

Hal ini didasari oleh jumlah populasi Muslim di Indonesia yang merupakan salah satu yang terbanyak di dunia.

Selain itu, potensi ini juga didukung oleh kesamaan nilai syariah dengan budaya orang Indonesia.

Reisch menuturkan, melalui unit asuransi syariah, pihaknya terus berupaya menjadi kontributor yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air.

“Kami menerapkan prinsip ‘Sharia for All’ atau ‘Syariah untuk Semua’ dengan menghadirkan produk asuransi jiwa syariah dapat diterima oleh lebih banyak lapisan masyarakat,” kata Reisch dilansir dari JawaPos.com.

Selama 2019, asuransi syariah Prudential Indonesia memberikan kontribusi pendapatan bruto sebesar Rp 3,7 triliun dan mempertahankan total aset yang stabil sebesar Rp 9,1 triliun.

“Ini berhasil kami capai berkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat dalam 13 tahun terakhir, serta kerja keras para tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar menambahkan bahwa ekonomi berbasis syariah dapat membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Hal ini juga dapat terealisasi dengan jumlah populasi Muslim yang mencapai lebih dari 87 persen.

“Dengan terus mempromosikan pembagian risiko dan integrasi antara keuangan komersial dan sosial, maka kehadiran ekonomi dan keuangan syariah menjadi sesuatu yang sangat penting dalam memastikan ketahanan ekonomi dan inklusi, terutama di masa pandemi ini,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)