Sektor Manufaktur Bisa Jadi Tolok Ukur Optimisme Perekonomian Indonesia

Agus Gumiwang Kartasasmita

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sektor manufaktur bisa jadi tolok ukur optimisme perekonomian Indonesia, khususnya di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.


Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang. Dikatakan, Jika mitigasi wabah global itu tepat, manufaktur bakal pulih lebih cepat ketimbang sektor industri yang lain.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, Ramadan dan Lebaran kali ini tidak akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu menjadi puncak kinerja berbagai industri.

Kemarin, Selasa (21/4), Agus menuturkan bahwa data ekspor industri manufaktur pada kuartal I tahun ini positif. Ekspor industri makanan dan minuman serta industri logam dasar naik.


“Industri pengolahan mengalami tekanan mulai Maret. Namun, data ekspor industri pengolahan memberikan optimisme untuk tetap bertahan,” ungkapnya.

Agus pun mengaku telah menggelar beberapa pertemuan virtual dengan asosiasi-asosiasi yang mendatangkan bahan baku produksi dari Tiongkok. “Ternyata ada yang pada Maret pertengahan sudah mendapatkan bahan baku lagi dari Tiongkok. Ini sinyal yang positif,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman menyatakan bahwa peluang ekspor industri bahan baku plastik terbuka lebar.

“Sekarang sudah mulai ngirim bahan baku plastik ke Tiongkok karena permintaan di sana sudah mulai tumbuh,” ucapnya awal pekan ini.

Bahan baku plastik yang diekspor itu, antara lain, polyethylene, polypropylene, dan polystyrene. Setidaknya, sudah ada tiga perusahaan petrokimia yang mengekspornya ke Negeri Panda. Yakni, Chandra Asri, Polytama, dan Trinseo.

“Sejauh ini ekspor baru ke Tiongkok karena rata-rata seluruh dunia mengalami kemerosotan ekonomi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa indeks manufaktur (purchasing managers’ index) sangat bergantung pada kondisi pasar. Apabila wabah terkendali pada akhir kuartal II, dia optimistis indeks membaik. Namun, angkanya belum akan signifikan.

(jpc/pojoksatu)