Dampak Corona, Beberapa Perusahaan Tutup Hotel dan Restoran

okupansi - hotel
Ilustrasi/foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Terdampak pandemi virus corona Covid-19, beberapa perusahaan pun menutup usahanya, termasuk hotel dan restoran.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, hingga saat ini, terdapat lebih dari 1.600 hotel dari 31 provinsi yang memutuskan menghentikan operasionalnya.

Dikatakan Maulana, jumlah tersebut hanya dari yang melapor saja. Dengan kata lain, menurutnya, jumlahnya bisa lebih.

Bukan hanya hotel, Maulana menyebutkan bahwa di seluruh Indonesia, setidaknya lebih dari 350 restoran menutup usahanya. Hal itu dilakukan karena adanya pembatasan pergerakan manusia dan transportasi.


“Restoran kita gabungin dengan tempat hiburan itu sekitar 352, itu pun yang lapor, yang ngga lapor lebih daripada itu karena kan di berbagai macam daerah kan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Maulana meminta agar pemerintah segera mengeksekusi kebijakan stimulus sektor pariwisata yang masih menjadi wacana. Jika tidak, industri pariwisata perlahan-lahan akan makin terperosok.

“Maksimum bulan Juni (bertahan), tapi itu nggak sama semua kan (perusahaan), karena kondisi daerah beda-beda kan. Jarang yang punya (kesanggupan membayar biaya operasional) sampai 6 bulan ke atas, paling maksimal itu 3 bulan,” tandasnya.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)