Pandemi Covid-19, Kemensos Bakal Salurkan Paket Bansos Bagi Disabilitas dan Lansia

Kemensos bagikan paket bansos ke warga terdampak virus corona. (firdaus/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Sosial terus hadir dalam upaya menciptakan jaring pengaman sosial. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu terus menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19.


Saat ini, Kemensos menyerahkan 6.839 paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako bagi warga penyandang disabilitas dan 4.673 paket bagi lansia, di wilayah Jabodetabek.

Penyerahan bansos ini menindaklanjuti arahan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai bentuk jaring pengaman sosial bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia terdampak Covid-19.


“Ini sebagai wujud komitmen Kementerian Sosial untuk memastikan bahwa dalam situasi terdampak Covid-19 ini ada upaya untuk meringankan beban pengeluaran penyandang disabilitas dan lanjut usia dalam memenuhi kebutuhannya,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/4).

Menurut Harry, untuk menghindari kerumunan warga, penyerahan bantuan diberikan melalui perwakilan yang berasal dari 8 Instansi Sosial, dan 20 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan 13 Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD), serta 93 Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU).

“Selain melibatkan panti-panti sosial atau LKS, kami juga melibatkan OPD dalam penyaluran bantuan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Harry, dalam waktu dekat ini, Kemensos juga akan memberikan bantuan reguler dengan total penerima 70.509 Penerima Manfaat (PM) melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak. “Bansos reguler akan diberikan kepada 7.000 anak/PM,” ungkapnya.

Selain itu, melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Kemensos juga akan segera mencairkan bansos reguler untuk asistensi bagi 23.700 penyandang disabilitas/PM. Penyaluran ini dilaksanakan oleh Balai Cibinong milik Kemensos.

Direktorat Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, lanjut Harry, akan menerima bansos reguler yang akan diberikan disesuaikan dengan sasaran.

Sasarannya, bekas warga binaan pemasyarakatan umum dengan target 80 PM dan sasaran bekas warga binaan terorisme dengan target 50 PM.

“Kemudian sasaran tuna susila akan diberi bantuan dengan target 50 PM, sasaran kelompok minoritas akan diberi bantuan dengan target 50 PM, sasaran korban perdagangan orang dengan target 2.000 PM,” ujar Harry.

Dalam hal ini Kementerian Sosial akan terus melakukan monitoring untuk memastikan bantuan tersebut, agar terdistribusi dengan baik kepada seluruh klaster rehabilitasi sosial.

“Anak, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan Napza, lansia dan korban perdagangan orang. Baik yang masih tinggal di dalam panti atau di rumahnya masing-masing,” pungkasnya.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(fir/pojoksatu)