Dampak Covid-19, Sudah 1,5 Juta Orang Dirumahkan

Menaker Ida Fauziyah. (Jawa Pos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menuturkan, jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan naik sebagai dampak pandemi Covid-19. Baik yang sifatnya sementara karena dirumahkan maupun permanen lantaran PHK.


Disebutkan, per hari ini (12/4), jumlahnya sudah 1,5 juta orang. Sebanyak 10 persennya di-PHK, 90 persennya dirumahkan.

Ida pun menegaskan, PHK menjadi opsi terakhir para pelaku usaha. Jika bisa menghindari PHK, menurut dia, para pengusaha akan memilih tidak melepas tenaga kerja yang menjadi aset mereka.


Kementerian lantas memaparkan sejumlah opsi yang bisa dipilih kecuali PHK. Salah satu alternatifnya adalah mengurangi upah pekerja.

Namun tentu disesuaikan kinerjanya. Dengan mengurangi jam kerja atau menghapus lembur, pengusaha bisa menekan upah pekerja. Selain itu, para pengusaha bisa memangkas fasilitas pegawai tingkat atas.

Menurut Ida, pengusaha juga bisa mengatur sif tenaga kerjanya secara bergiliran. Selanjutnya adalah merumahkan karyawan. Sejauh ini, sebagian besar pengusaha memilih alternatif terakhir itu.

Lebih lanjut, dikatakan, para pengusaha sebaiknya mengomunikasikan kondisi perusahaan masing-masing akibat pandemi Covid-19. Dia berharap dua pihak bisa saling memahami.

“Hendaknya dibicarakan dan didialogkan dengan teman-teman di serikat pekerja dan serikat buruh atau pekerja dan buruh jika perusahaan tidak punya serikat pekerja,” ungkapnya.

Sementara pemerintah, ucapnya, juga akan terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Tujuan utamanya, menghindari PHK.

Pemerintah pun meluncurkan Kartu Prakerja yang salah satu programnya adalah pemberian bantuan langsung. Selain itu, pemerintah mempercepat pelaksanaan program padat karya infrastruktur sanitasi lingkungan, padat karya produktif, dan tenaga kerja mandiri.

Kementerian mencatat, jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja yang terdampak pandemi Corona mencapai 1.506.713 orang. Sebagian besar dirumahkan. Sekitar 160.067 di antaranya kena PHK.

Sebanyak 1,24 juta pekerja berasal dari sektor formal atau sekitar 51.565 perusahaan. Sementara itu, sekitar 265.881 pekerja lainnya berasal dari sektor informal.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)