Mulai 30 Maret, Jam Operasional BEI dan BI Diubah

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mengubah jam operasional sebagai upaya mitigasi akibat pandemi virus korona (Covid-19), mulai 30 Maret mendatang.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, pihaknya meminta BEI untuk mempersingkat jam perdagangan. Begitu pula di sistem penyelenggara pasar alternatif (SPPA) dan pelaporan di penerima laporan transaksi efek.

“Senin sampai Jumat, sesi 1 dari pukul 09.00 sampai 11.30. Kemudian sesi 2 mulai pukul 13.30 sampai 15.00,” katanya.

Dijelaskan, kebijakan tersebut menyesuaikan jadwal operasional dan layanan publik BI yang berubah.

Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan penarikan kas dimulai pukul 06.30 hingga 11.00. Untuk transaksi nasabah dan penerimaan negara berlangsung pukul 06.30 sampai 15.00.

“Sedangkan transaksi pemerintah, antar bank, fasilitas likuiditas intrahari (FLI), surat berharga (SB), dan pasar modal yakni pukul 06.30-15.30,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk moneter, transaksi operasi pasar terbuka (OPT) rupiah dan operasi moneter valas dibuka pukul 09.00 hingga 15.00. Dibuka lebih lambat satu jam dan berakhir lebih cepat satu jam.

Mengingat, beberapa waktu terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terus melemah. Sejak Senin (23/3), IHSG terpantau turun teratur hingga Selasa sore (24/3) finis di bawah 4.000. Tepatnya di level 3.937, 63.

Begitu pula, nilai tukar rupiah yang sudah tembus Rp 16 ribu dalam sepekan terakhir. Berdasarkan Bloomberg Markets spot rate, kini rupiah berada di level Rp 16.500 per USD. Catatan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, malah sedikit lebih baik. Yakni berada di posisi Rp 16.486.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)

Berita Terkini