Kebijakan Bank Sentral AS Diharapkan Jadi Angin Segar Bagi Rupiah

rupiah
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengumuman mendadak dari bank sentral AS, the Federal Reserve (the Fed) diharapkan berdampak positif pada perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).


Pengumuman mendadak the Fed kemarin malam yang akan merilis program kredit ke pebisnis AS melalui perbankan telah memberikan sentimen positif ke sebagian aset berisiko.

Pagi ini, indeks saham Asia seperti Nikkei dan Kospi terlihat menguat. Demikian juga indeks saham Australia dan indeks saham Futures S&P500.

Bukan hanya itu, mata uang emerging market juga terlihat menguat terhadap dolar AS.


“Ini juga akan memberikan sentimen positif ke rupiah hari ini. Rupiah mungkin bisa menguat ke arah support 16.000,” kata Kepala riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dilansir dari JawaPos.com.

Dirinya menambahkan, para pelaku pasar juga masih menunggu persetujuan stimulus AS yang bernilai sekitar USD 2 triliun di senat AS hari ini.

Dikatakan, bila ini disetujui, ini akan memberikan dorongan penguatan tambahan untuk mata uang Garuda. “Potensi USD-IDR hari ini di 16.000-16.575,” tandasnya.

Diketahui, salah satu inisiatif yang akan dilakukan the Fed yaitu komitmen untuk melanjutkan program pembelian aset dalam jumlah yang dibutuhkan.

Pembelian ini dilakukan guna mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi kebijakan moneter yang efektif untuk memperkuat kondisi keuangan dan ekonomi.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)