Mohammad Faisal : Ada Kepanikan Pasar Masalah Corona

Ilustrasi Dollar dan Rupiah
Ilustrasi Dollar dan Rupiah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perekonomian nasional termasuk pasar keuangan ikut terdampak wabah virus corona.


Berdasar JISDOR Bank Indonesia (BI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tembus di bawah level 4.000 dan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tembus 16.608.

Merespon hal ini, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai saat ini para investor mengalami kepanikan akibat wabah virus korona yang penyebarannya terus meningkat dari hari ke hari.

Sehingga, menurut Faisal, stimulus yang diberikan oleh pemerintahpun tak dapat meredam pelemahan mata uang Garuda yang semakin dalam.

“Bukan hanya permasalahan supply-demand mata uang, atau tingkat suku bunga. Ini lebih banyak terlihat dari sisi psikologis. Ada sentimen pasar, ada kepanikan pasar masalah corona,” ujarnya dilansir dari JawaPos.com.

Meski begitu, Faisal mengakui bukan hanya Rupiah yang mengalami tekanan akibat pandemi ini. Negara-negara berkembang lain yang punya kasus serupa juga mengalami tekanan.

Dirinya menuturkan, investor tak lagi melirik rendahnya suku bunga global namun lebih mencermati langkah pemerintah masing-masing dalam menangani Covid-19.

“Pelaku pasar enggak lagi lihat suku bunga rendah atau tinggi, tapi mencari portofolio yang lebih nyaman untuk menyelamatkan investasinya,” tuturnya.

Pihaknya menilai, saat ini para investor tengah mencermati upaya serius pemerintah dalam mempercepat penanganan penyebaran Covid-19. Sebab, angka kematian dan orang yang terpapar virus tersebut semakin meningkat.

“Sejauh mana pemerintah menanggulangi wabah corona,” katanya. Selama tidak terlihat upaya serius yang efektif, maka tekanan di pasar keuangan akan terus berlangsung. Dia pun berpesan agar pemerintah tanggap dengan gejolak di pasar keuangan ini, agar tidak merembet ke sektor ekonomi lainnya, terutama industri.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

(jpc/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini