Bantu Pelaku Industri, Ini yang Dilakukan Kemenperin

Dalam mempermudah pembayaran rekening listrik pelanggan, PLN telah bekerja sama dengan lebih dari 33 bank dan PT Pos yang dikenal dengan Payment Point On Line Bank (PPOB). (sumber foto : merdeka.com)
Ilustrasi. (foto : merdeka.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tiongkok melakukan penghentian sementara produksi bahan baku di tengah wabah Covid-19.


Hal ini pun mengganggu pasokan bahan baku dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun berniat untuk memberikan relaksasi tarif listrik, demi membantu para pelaku industri yang mendapatkan hambatan akibat hal tersebut.

Namun, untuk berapa besaran diskonnya, pihaknya belum bisa mengungkapkan. Sebab, masih dalam tahap pembicaraan lebih lanjut.

Meski begitu, kebijakannya sudah ada. Di mana industri yang melakukan produksi 24 jam dia akan diberikan diskon pada jam tertentu, yakni jam 9 sampai 10 malam, lalu jam 5 sampai 6 pagi.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan mengeluarkan stimulus fiskal guna mengantisipasi dampak krisis ekonomi global.

Salah satunya adalah mempermudah impor bahan baku dan menyederhanakan dokumen ekspor.

“Jadi kita sedang mempersiapkan stimulus kedua, itu yang terdiri dari ekspor dan impor, terutama kemudahan perizinan, ditambah juga kemudahan ekspor, integrasi dari sistem perdagangan, perhubungan dan bea cukai agar dokumentasi ekspor itu lebih standar (sederhana),” ucapnya.

(jpc/pojoksatu)