Kurangi Frekuensi Terbang ke Singapura, Ini Penjelasan Garuda Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. dilaporkan menerapkan kebijakan pengurangan frekuensi untuk negara tujuan Singapura.


Hal ini dibenarkan VP Corporate Secretary Garuda Mitra Piranti. Dikatakan, pengurangaan frekuensi dilakukan dari yang sebelumnya 9 kali per hari menjadi 3 kali per hari.

Dijelaskan, selain dalam rangka antisipasi penyebaran virus corona, pengurangan frekuensi ini juga dilakukan sebagai upaya menyesuaikan persediaan dan permintaan pasar.

Diketahui, Garuda juga telah menghentikan sementara penerbangan dengan tujuan Tiongkok sejak 5 Februari 2020.


Selain itu, Emiten bersandi GIIA tersebut juga menghentikan sementara mengangkut jamaah umrah dan penumpang dengan visa turis ke Arab Saudi. “Menyusul adanya kebijakan dari GACA Arab Saudi perihal pembatasan kunjungan,” tandasnya.

Sementara itu, maskapai penerbangan Singapura, Singapura Airlines dan Silk Air menutup sementara penerbangan ke Indonesia hingga 29 Mei 2020 mendatang. Selain itu, maskapai dari Hongkong Cathay Pacific juga menunda penerbangan ke Indonesia.

Adapun penutupan 12 penerbangan ke Indonesia ini, menyusul kebijakan pemerintah setempat untuk meminimalisasi penyebaran wabah virus corona.

(jpc/pojoksatu)