Maret, Harga Cabai Diprediksi Berangsur-angsur Turun

Ilustrasi petani cabai.
Ilustrasi petani cabai.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Luas panen yang berkurang berdampak pada melonjaknya harga cabai belakangan ini.

Meski begitu, Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim memperkirakan harga cabai berangsur-angsur akan turun pada Maret.

Wakil Ketua AACI Jatim Nanang Triatmoko mengatakan, suplai pada awal tahun berkurang lantaran cuaca pada musim tanam sepanjang Oktober sampai November tidak mendukung karena tidak terjadi hujan.

Malah, di daerah tertentu yang sistem penanamannya tadah hujan, petani tidak bisa menanam. “Akibatnya, ada kekosongan penanaman selama bulan-bulan itu. Yang mana, hasil penanaman itu untuk panen pada Januari,” jelasnya.

Nanang menuturkan, meski dengan kondisi begitu masih ada petani yang memaksakan diri untuk menanam. Contohnya, petani di Kediri.

Kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat produktivitas hanya separo dari kondisi normal. Dalam kondisi normal, produktivitas tiap hektare mencapai 10 ton.

Kemudian, di daerah yang tidak tanam pada periode Oktober sampai November, petani baru memutuskan untuk menanam pada akhir Desember dan awal Januari.

Misalnya, Malang dan Gresik yang diperkirakan ada 1.500–1.600 hektare. “Nanti panennya pada Maret dan April,” ungkapnya.

Jadi, harga cabai akan turun mendekati Maret. Kemudian, pada April harga kembali turun. “Tren kenaikan harga sekarang naiknya sudah mentok, sudah harga tertinggi. Sebab, cabai dari luar pulau juga masuk. Jadi, pada Maret nanti pasti turun,” jelasnya.

(jpc/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini

Surga Dunia

"Saya ingin menghadirkan surga di dunia ini sebelum surga di akhirat nanti," ujar Prof Yudian