Dampak Virus Corona, Rupiah Diprediksi Akan Melemah

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Seiring dengan kecemasan terhadap perkembangan virus corona, perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan melemah.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menuturkan, pasar khawatir dengan perkembangan virus corona yang merenggut kematian diatas 800 orang.

Dia menilai, kecemasan tersebut, dapat memicu pelemahan aset berisiko, termasuk rupiah. Mengutip yahoofinance, posisi rupiah saat ini menguat Rp 13.643 terhadap dolar AS.

“Hari ini dolar terhadap rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 13.620-13.720,” tuturnya dilansir Jawapos.com.

Karena itu, pihaknya merekomendasikan para investor untuk beralih pada investasi aset aman seperti emas.

“Harga emas sebagai aset aman, terlihat sudah bergerak naik sejak pembukaan pagi ini,” ucapnya.

Mengutip laman Reuters, di pasar spot, harga emas naik 0,15 persen ke level USD 1.572,6 per ons. Namun emas spot turun 1,3 persen secara mingguan, di jalur pelemahan mingguan terburuk sejak awal November tahun lalu.

Sementara itu harga emas pasar berjangka naik 0,1 persen ke harga USD 1.571,90 per ons.

Sebagai tambahan informasi, wabah virus corona terus meluas dan makin mengkhawatirkan. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan 813 orang meninggal akibat virus asal Wuhan tersebut.

Jumlah korban meninggal 813 orang meninggal itu sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Minggu (9/2). Sementara untuk jumlah yang terinfeksi mencapai 37.552 orang secara global.

(jpc/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini

Surga Dunia

"Saya ingin menghadirkan surga di dunia ini sebelum surga di akhirat nanti," ujar Prof Yudian