Pelaku Ekonomi Makin Khawatir Karena Virus Corona

Ilustrasi. (Foto : Jawa Pos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat wabah corona di Tiongkok sebanyak 636 orang dan angka orang yang terkena infeksi sebanyak 31.161 orang.


Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, kondisi ini mulai mengganggu perekonomian dunia.

Dikatakan, pergerakan harga saham diperkirakan akan diwarnai sentimen pelaku pasar yang semakin khawatir.

Hans Kwee menuturkan, negara dengan perdagangan besar dengan Tiongkok pasti akan tergangu ekonominya. Pasalnya, rantai pasokan global menjadi terganggu dengan adanya karantina yang menyebabkan banyak pabrik Tiongkok tutup.


“Beberapa teman yang import barang dari Tiongkok mengalami gangguan pasokan akibat liburnya para pekerja. Pasar akan mencermati perkiraan dampak virus corona terhadap perekonomian China dan global,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, meskipun media Tiongkok menyatakan tim peneliti Universitas Zhejiang, menemukan bahwa obat Abidol dan Darunavir dapat menghambat virus corona, hal ini masih di bantah oleh WHO yang mengatakan belum ada terapi efektif terhadap 2019-nCoV.

Selain itu diberitakan ilmuwan Inggris mampu membuat terobosan signifikan untuk menemukan vaksin dengan mengurangi waktu pengembangan normal dari dua hingga tiga tahun menjadi hanya 14 hari.

“Pelalu pasar kami rekomendasikan tetap tenang dan kembali melakukan BOW (pembelian saat terjadi pelemahan). Badai Virus korona akan berlalu,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)