Kemenhub Beri Sinyal Tarif Ojol di Jabodetabek Bakal Naik

tarif ojek online
Ojek online/Ilustrasi. (JawaPos)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan sinyal tarif ojek online (ojol) di kawasan Jabodetabek bakal naik.


Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menuturkan, kenaikan tarif tersebut atas dasar permintaan driver ojol sebagai evaluasi aturan tarif batas bawah.

“Yang butuh kenaikan hanya Jabodetabek. Untuk daerah tampaknya enggak naik, tarif mereka tampaknya masih feasible,” ujarnya.

Meski begitu, Budi Setiyadi mengatakan, terkait rencana tersebut pihaknya masih akan berkomunikasi dengan Gubernur terkait.


Selain itu, katanya, dibutuhkan waktu karena juga perlu perubahan Peraturan Menteri.

“Untuk permintaan kewenangan Gubernur, akan diakomodasi di PM 12. Tapi perlu waktu karena kan hubungannya dengan PM, bisa jadi di dalam PM 12 ditambahkan satu norma Gubernur melakukan penghitungan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, usulannya adalah tarif yang sebelumnya Rp 2.000 per kilometer menjadi Rp 2.500 per kilometer.

Terkait usulan ini, pihaknya masih akan membahas dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) karena menyangkut dengan kemampuan daya beli masyarakat.

Pasalnya, dikhawatirkan tarif ojol yang terlalu tinggi dapat menurunkan jumlah konsumen.

(jpc/pojoksatu)