Turunkan Harga BBM, Pertamina Dinilai Patuh Aturan

bbm nonsubsidi
Ilustrasi/Foto JawaPos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) Adnan Rarasina mengapresiasi keputusan Pertamina untuk menurunkan harga BBM Pertamax.


Adnan menilai, penurunan harga tersebut merupakan bukti kepatuhan Pertamina terhadap aturan yang ada.

“Ini membuktikan bahwa Pertamina selalu patuh aturan. Ketika salah satu faktor penentu harga turun, mereka segera menurunkan harga,” katanya.

Aturan yang dimaksud adalah Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan


Dalam Kepmen diatur mengenai formula harga BBM, termasuk faktor penentu seperti harga minyak dunia.

“Pertamina juga peduli kepada masyarakat. Ini komitmen sebagai BUMN yang selalu melayani,” terangnya.

Dibandingkan SPBU swasta, dengan penurunan harga tersebut BBM Pertamina semakin murah. Untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, misalnya, Pertamax turun dari Rp 9.200/liter menjadi Rp 9.000/liter.

Jauh lebih rendah dibandingkan harga Super produk Shell, yaitu Rp 10.250/liter, Performance 92 (Total) yaitu Rp 9.250/liter, dan Revvo 92 (Vivo) yaitu Rp 9.900/liter.

Sementara Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp 9.900/liter menjadi Rp 9.850/liter.

Harga tersebut juga jauh lebih rendah dibandingkan V Power (Shell) yang dijual Rp 11.700/liter, Revvo 95 (Vivo) yaitu Rp 11.350/lter, dan juga Performance 95 produk Total, Rp 9.900/liter.

Selain lebih murah, angka RON Pertamax Turbo juga lebih tinggi, yaitu 98. Sedangkan produk SPBU lain hanya RON 95.

Begitu pula Pertalite. Meski tidak mengalami penurunan harga, tetap Rp 7.650/liter, namun masih jauh lebih murah dibandingkan kompetitor.

(jpnn/pojoksatu)